Clearance Sale , up to 50% off SHOP NOW
THE JOURNAL

VR dan Revolusi Industri 'Lendir'

VR dan Revolusi Industri 'Lendir'

Sepanjang sejarah perkembangan teknologi, manusia punya kecenderungan untuk menyalahgunakannya, mulai dari yang berat seperti penggunaan teknologi nuklir yang jadi dalang kematian ribuan orang di Hiroshima dan Nagasaki, sampai hal tabu seperti menggunakan internet untuk menonton video-video umbar aurat alias porno. Kecenderungan manusia ini pula yang mengarahkan industri porno untuk tanggap mengadopsi pembuatan video dengan teknologi virtual reality (VR).

Porn Hub, perusahaan pemasok film porno tingkat dunia, sedang bekerja sama dengan BaDoink VR untuk memastikan panasnya adegan erotis yang dilakukan para artisnya dapat 'dirasakan' secara langsung oleh penonton. Dalam hal adopsi VR, Porn Hub tidak sendiri, Naughty America juga berlomba untuk mencelupkan penonton ke dalam panasnya adegan erotis para bintang porno asuhannya.

Industri porno di negeri bebas seperti Paman Sam memang bukanlah hal yang tabu, pemerintah setempat bahkan mengeruk pajak yang cukup besar dari indutri lendir bernilai miliaran dollar tersebut. Uniknya, serupa dengan Sillicon Valley yang menjadi kiblat teknologi dunia, kota San Fernando valley juga terkenal dengan hal yang serupa, namun untuk industri porno, tak ayal kota ini disebut Porn Valley.

Perkembangan VR tak hanya diadopsi pada tingkat perusahaan, tetapi juga sampai tingkat perorangan alias artis porno freelance. Ela Darling saat ditemui reporter Vice News, menunjukkan bagaimana dirinya merekam adegan seronok di depan kamera kamera Go-Pro yang dipadukannya jadi satu. Seolah seorang creator video Youtube, Ela berperan sebagai pelakon sekaligus produser.

BaDoinkVR-red-head

Tak hanya sampai menggunakan headset VR, beberapa penggiat industri teknologi porno, seperti Kiiro, memadukan Oculus Rift dengan perangkat seksual yang gerakan dan cengkramannya ditentukan oleh pasangan yang bisa saja terpisah oleh jarak yang bermil-mil jauhnya, dengan hanya bermodalkan koneksi internet.

kiiro

Jadi bila Anda sudah geleng-geleng dengan pola kencan kilat yang ditawarkan aplikasi Tinder, bersiaplah untuk hal yang lebih nyeleneh lagi di era serba digital ini, karena bisa saja tren seks siber antar dua manusia atau bahkan antar manusia dengan karakter digital menjadi kian populer. Pertanyaannya bukan lagi perkara akan terjadi atau tidak, tetapi melainkan kapan?

 

Sepanjang sejarah perkembangan teknologi, manusia punya kecenderungan untuk menyalahgunakannya, mulai dari yang berat seperti penggunaan teknologi nuklir yang jadi dalang kematian ribuan orang di Hiroshima dan Nagasaki, sampai hal tabu seperti menggunakan internet untuk menonton video-video umbar aurat alias porno. Kecenderungan manusia ini pula yang mengarahkan industri porno untuk tanggap mengadopsi pembuatan video dengan teknologi virtual reality (VR).

Porn Hub, perusahaan pemasok film porno tingkat dunia, sedang bekerja sama dengan BaDoink VR untuk memastikan panasnya adegan erotis yang dilakukan para artisnya dapat 'dirasakan' secara langsung oleh penonton. Dalam hal adopsi VR, Porn Hub tidak sendiri, Naughty America juga berlomba untuk mencelupkan penonton ke dalam panasnya adegan erotis para bintang porno asuhannya.

Industri porno di negeri bebas seperti Paman Sam memang bukanlah hal yang tabu, pemerintah setempat bahkan mengeruk pajak yang cukup besar dari indutri lendir bernilai miliaran dollar tersebut. Uniknya, serupa dengan Sillicon Valley yang menjadi kiblat teknologi dunia, kota San Fernando valley juga terkenal dengan hal yang serupa, namun untuk industri porno, tak ayal kota ini disebut Porn Valley.

Perkembangan VR tak hanya diadopsi pada tingkat perusahaan, tetapi juga sampai tingkat perorangan alias artis porno freelance. Ela Darling saat ditemui reporter Vice News, menunjukkan bagaimana dirinya merekam adegan seronok di depan kamera kamera Go-Pro yang dipadukannya jadi satu. Seolah seorang creator video Youtube, Ela berperan sebagai pelakon sekaligus produser.

BaDoinkVR-red-head

Tak hanya sampai menggunakan headset VR, beberapa penggiat industri teknologi porno, seperti Kiiro, memadukan Oculus Rift dengan perangkat seksual yang gerakan dan cengkramannya ditentukan oleh pasangan yang bisa saja terpisah oleh jarak yang bermil-mil jauhnya, dengan hanya bermodalkan koneksi internet.

kiiro

Jadi bila Anda sudah geleng-geleng dengan pola kencan kilat yang ditawarkan aplikasi Tinder, bersiaplah untuk hal yang lebih nyeleneh lagi di era serba digital ini, karena bisa saja tren seks siber antar dua manusia atau bahkan antar manusia dengan karakter digital menjadi kian populer. Pertanyaannya bukan lagi perkara akan terjadi atau tidak, tetapi melainkan kapan?

 

Leave A Comment

    Kemudahan Berbelanja

    Freeshipping

    Gratis ongkos kirim untuk nilai transaksi lebih dari Rp 500.000,00 - Berlaku untuk daerah Jabodetabek

    Cicilan 0%

    Kemudahan melakukan transaksi dengan cicilan 0% dari berbagai macam bank dan perusahan finansial lainnya

    100K Voucher

    Dapatkan potongan sejumlah Rp 100.000,00 untuk transaksi pertama, dengan daftar menjadi member kami.