DJI Update

  • Harga & Spesifikasi DJI Inspire 2: Evolusi DJI Inspire Untuk Dunia Sinematografi

    ulasan-dji-inspire-2

    DJI Inspire 1 yang telah diperkenalkan pada tahun 2014 dan 2015 (untuk Inspire 1 Pro) lalu, telah menjadi acuan dunia sinematografi dikarenakan fungsi gimbalnya yang detachable alias bisa dicabut pasang. Pada jam 3 subuh Rabu WIB, bersamaan dengan perilisan DJI Phantom 4 Pro, DJI Inspire 2 resmi dipamerkan dan diperagakan dengan berlatarkan adegan tembak-menembak ala film Hollywood. Apa kira-kira yang membuat DJI Inspire 2 menjadi varian yang menarik, khususnya bagi para sineas sinematografi profesional? Berikut adalah spesifikasi yang ditonjolkan DJI beberapa jam lalu.

    KAMERA DJI INSPIRE 2 

    Di Wearinasia, kami sering menjelaskan pada konsumen, bahwa pengembangan utama untuk lini produk DJI Inspire, selalu mengedepankan pada performa visual. Melebihi pendahulunya DJI Inspire 1 V2.0 dan DJI Inspire 1 Pro/Raw yang menggunakan Zenmuse X3, X5, dan X5R, gennerasi terbaru Inspire hadir dengan dua pilihan kamera yakni Zenmuse X4S atau Zenmuse X5S. Sesuai dengan tekad DJI untuk menyasar pasar pembuat film profesional, untuk urusan kamera DJI menggunakan perangkat lunak CineCore 2.0 yang mampu menangkap 5.2K pada 4.2Gbps bitrate, kapasitas yang super tinggi ini membuat Inspire dilengkapi SSD onboard.

    Sensor DJI Inspire 2 berlabel 4/3 dan mendukung 10 jenis lensa berbeda, termasuk lensa zoom. Untuk urusan paska produksi, DJI memanjakan sineas perfiman dengan format kompresi CinemaDNG dan Apple ProRes. Dan untuk para fotografer yang sangat picky dalam menyunting, dapat menggunakan format DNG RAW yang dapat menangkap visual 30-megapixel still images. Di sisi lain bagi para profesional di industri TV dapat menikmati mode broadcast pada 1080i 50 dan 720p 60.

    Tidak hanya mampu berotasi sampai 360 derajat, DJI Inspire 2 juga memiliki kamera kedua, berjenis FPV dengan 2-axis yang memungkinkan pilot drone untuk melihat arah pergerakan drone, ketika kamera utama sedang fokus mengarah mengambil objek yang ditargetkan.

    BATERAI DAN DURASI TERBANG DJI INSPIRE 2 

    Baterai DJI Inspire 2 datang dengan desain dual dan menempel langsung dengan sistem self-heating. Pengembangan ini memberikan kemampuan bagi DJI Inspire 2 untuk menjaga temperatur saat beroperasi di suhu ekstrim dan durasi terbang juga melonjak dari 18 menit ke 25 menit.

    KECEPATAN DAN TINGGI TERBANG DJI INSPIRE 2 

    Untuk urusan kecepatan, DJI Inspire 2 dapat melesat sampai 107KM/JAM dari versi DJI Inspire 1 pendahulunya yang hanya mampu dipacu sampai kecepatan 80KM/JAM. Pengembangan ini merupakan hasil pengembangan materi magnesium-aluminium yang menjadi bahan utama pembuatan DJI Inspire 2. Inspire DJI Inspire 2 dapat terbang tinggi sampai 5KM dari permukaan laut.

    SENSOR DAN KEMAMPUAN TERBANG OTONOM DJI INSPIRE 2 

    Serupa dengan DJI Mavic Pro dan DJI Phantom 4 Pro didukung oleh beragam sensor, salah satu pengembangan yang paling baru ialah, sensor pada bagian atas body DJI Inspire 2, yang membuat DJI Inspire 2 mampu bernavigasi ke zona beratap yang kerap menghadang sinyal GPS. Fitur otonom ActiveTrack yang selama berapa bulan belakangan menjadi hak istimewa pemilik DJI Phantom 4, sekarang juga muncul di DJI Inspire 2 dengan dua pilihan mode, yakni Profile, dimana drone akan mengikuti objek secara horizontal dan Spotlight, drone akan menyoroti objek dari atas. Saat mengoperasikan fitur otonom seperti ini, Wearinasians akan sangat dibantu dengan teknologi ObstacleAvoidance yang memampukan Inspire untuk menghindar atau behenti apabila ada rintangan yang tidak dapat dilewati.

    HARGA DJI INSPIRE 2 

    Berdasarkan informasi yang diunggah di situs resmi DJI.com, untuk mendapatkan DJI Inspire 2 berwarna hitam ini, Wearinasians harus siap merogoh kocek sedalam US$2.999 alias Rp40jutaan. Tentunya dengan label harga selangit seperti ini, pangsa pasar DJI Inspire 2 akan spesfifik menyasar korporasi dan para pelaku film profesional.

    Bagaimana pendapat Wearinasians? Terutama pengguna DJI Inspire 1, apakah fitur dan segudang spesifikasi DJI Inspire 2 di atas, cukup mampu merayu kalian untuk memperbarui drone kalian?

  • DJI Perkenalkan DJI Phantom 4 Pro: Harga & Spesifikasi

    Rabu sekitar jam 3 waktu WIB, DJI, produsen drone paling terkemuka di dunia baru saja meluncurkan DJI Phantom 4 Pro, versi pembaruan dari DJI Phantom 4, yang baru saja dirilis pada Maret lalu. DJI Phantom 4 Pro yang dibanderol dengan dua harga ini, memiliki pengembangan pesat dari segi kamera, sensor penghindar, durasi terbang baterai yang lebih panjang, dan tambahan beragam mode terbang pintar.

    screen-shot-2016-11-16-at-08-43-48

    Secara tak langsung, video demo dari DJI Phantom 4 Pro memperlihatkan betapa kontrasnya perbedaan spesikasi antara saudara kecilnya, DJI Mavic Pro, yang kemampuannya banyak dipersepsikan orang, mirip dengan versi DJI Phantom 4 perdana.

    KAMERA DJI PHANTOM 4 PRO

    Tidak seperti DJI Phantom 4, yang menurut kami di Wearinasia.com, tidak terlalu kontras pengembangannya jika dibandingkan dengan DJI Phantom 3 Pro, DJI Phantom 4 memanfaatkan sensor kamera yang lebih besar yakni 1-inch CMOS sensor yang dapat menjepret objek dalam resolusi 20 megapixel, melonjak 6 megapixel dari DJI Phantom 4 reguler. Sedangkan untuk dynamic range mampu mencapai 11.6, yang secara sederhana menandakan drone anyar perusahaan TIongkok ini, mampu membedakan kekontrasan cahaya dan menyeimbangkannya.

    Pengambilan gambar mirip "Jell-O" yang kerap terlihat pada seri DJI Phantom terdahulu, diklaim DJI mulai teratasi dengan sistem shutter DJI Phantom 4 Pro yang telah diperbaharui. Sedangkan aperture juga dapat diatur sehingga fotografer dapat lebih leluasa dalam menentukan Depth of Field (DOV). Dan pada mode burst DJI Phantom 4 Pro dapat menangkap 14 foto dalam satu detik dan menangkap video slow motion dalam tempo 60 detik.

    SENSOR DJI PHANTOM 4 PRO

    Sensor Obstacle Avoidance yang awalnya hanya menempel pada bagian depan, sekarang tampil hampir di "sekujur" badan DJI Phantom Pro atau tempat nya di keempat sisi drone quadcopter ini, sehingga klaim Yuneec bahwa Yuneec Typhoon H Pro sebagai satu-satunya drone yang memiliki sensor 360 derajat sudah tidak valid lagi, karena saat ini DJI Phantom 4 Pro sudah mampu menghindari rintangan dari segala arah. Khusus pada sisi kiri dan kanan DJI Phantom 4 Pro menggunakan teknologi infra merah. Berkat pengembangan sensor ini, kecepatan terbang pada kondisi mode Obstacle Avoidance menyala meningkat dari 35KM/jam menjadi 49KM/jam.

    REMOT DJI PHANTOM 4 PRO DENGAN LAYAR BUILT IN

    Seperti yang diesebutkan di awal artikel, DJI Phantom 4 Pro dibanderol dalam dua harga yang berbeda, ini dikarenakan ada varian paket dengan layar remot built in, yakni DJI Phantom 4 Pro + dan tanpa layar (seperti versi pendahulunya). Bukan pengembangan yang baru, karena sudah dilakukan kompetitor seperti Yuneec. Namun pengembangan ini setidaknya membuat pilot drone tak harus menguras baterai smartphone atau tablet yang menjadi pegangan berkomunkasi sehari-hari.

    BATERAI DJI PHANTOM 4 PRO BERDURASI 30 MENIT?

    DJI Phantom 4 sempat menjadi pemimpin pasar drone konsumen dengan durasi terbang 22-23 menit (kondisi terbang saat keadaan sangat ideal), sekarang DJI Phantom 4 Pro didapuk mampu mengudara sampai 30 menit. Namun seperti yang Wearinasians tahu, umumnya ada gap cukup signifikan antara klaim DJI dengan faktanya di dunia nyata, namun ini tetaplah sifnifikan dan menempatkan DJI Phantom 4 Pro kembali memimpin pasaran dengan durasi terbang terlama, untuk kelas drone konsumen.

    MODE PINTAR: ACTIVE TRACK PUNYA TIGA VARIAN MODE BARU

    Konsumen di Wearinasia.com, paling terkesan dengan fitur active track, fitur canggih yang memampukan drone untuk membuntuti suatu objek dengan cara cukup mengetuk visual objek tersebut di layar smartphone atau tablet (dengan kondisi aplikasi DJI Go menyala). Sekarang DJI Phantom 4 Pro Muncul dengan tiga mode active trackprofile membuntuti objek secara horizonal alias dari samping, spotlight merekam dari sudut atas dan mengikuti objek layaknya lampu sorot, dan Circle terbang mengelilingi objek secara 360 derajat. Dan tak ketinggalan, pengembangan tap fly (mode terbang menuju arah yang diketuk via aplikasi) yang mengkombinasikan dengan selfie alias drone selfie.

    Mode Waypoint juga dikembangkan untuk semakin mudah dioperasikan, tak seperti versi terdahulu, yang mengharuskan wahana drone di terbangkan ke titik-titik yang dikehendaki terlebih dahulu, sebelum pola pengambilan gambar berjalan secara otonom, sekarang dengan Waypoint terbaru, pilot hanya cukup menggambarkan pola secara digital via aplikasi.

    HARGA DJI PHANTOM 4

    Dilansir dari situs resmi DJI.com, untuk paket varian tanpa layar built in, DJI Phantom 4 Pro dibanderol US$1499 dan versi sebaliknya US$1799. Apakah harga dan spesifikasi pada artikel ini, membuat Wearinasians ingin memperbarui DJI Phantom 4 kalian? Yang jelas DJI semakin menegaskan dominasinya di pasar drone dengan perilisan lini produk terbarunya ini, terbukti dengan perilisan DJI Inspire 2 yang dirilis pada haru yang sama.

    Jadi siapakah yang akan menjawab dominasi DJI? Apakah Yuneec? 3DR? (tidak mungkin, karena mereka mengibarkan bendera putih untuk industri konsumen drone) atau siapa?

    Hanya satu yang bisa saya ucapkan "DJI Akan Menjadi Apa yang Dicita-citakannya, yakni Apple Bagi Industri Drone". Apakah Wearinasians setuju? Berikan komentarnya di kolom komen, saya ingin mengetahui pendapat kalian :)

     

  • Review DJI Mavic PRO Menurut Casey Neistat

    DJI Mavic Pro adalah drone mini keluaran baru dari Da Jiang Innovations (DJI) berselang kurang dari seminggu, semenjak tanggal rilis GoPro Karma, drone seberat 700 gram ini sudah banyak mencuri perhatian penggemar teknologi. Namun apakah peluncuran sensasional DJI Mavic setara dengan kecanggihannya? Jawaban untuk pertanyaan ini masih perlu waktu untuk dijawab, mengingat bahkan kami di Wearinasia, baru akan mendapat produk tersebut untuk di review awal bulan November. Tetapi tentunya hal ini tak membendung semangat kami untuk mencari info lebih jauh tentang drone mungil berdesain transformer ini.

    Untuk memberikan ulasan singkat alias review DJI Mavic, mari kita amati video review milik Casey Neistat, salah satu Youtuber yang dikenal memiliki rekam jejak yang panjang dalam hal menerbangkan drone (dan menjatuhkannya).

    casey neistat review dji mavic

    DESAIN AIRCRAFT

    Dari segi desain, Casey terkesan dengan tampilan DJI Mavic yang bak sebuah robot transformer yang muncul di film-fiml Michael Bay (Sutradara film Transformers), begitu juga dengan kami. Sulit untuk tidak memuji desain DJI Mavic Pro saat melihat Arm dan baling-baling dari drone, dapat dilipat dan langsung dimasukkan ke dalam tas tanpa harus mencopot baling-baling-nya satu-persatu, seperti tipe DJI Phantom atau tipe DJI lainnya. Jadi dalam hal ini DJI benar-benar memenuhi janjinya untuk urusan menghadirkan drone yang portable.

    desain dji mavic

    1000262mavic780x390

    DESAIN REMOTE CONTROL

    Setelah menonton video review DJI Mavic Pro milik Casey Neistat, ternyata bukan hanya kami yang selama ini kurang terkesan dengan besarnya ukuran remote kontrol, drone-drone keluaran DJI. Namun seperti yang diperlihatkan Casey pada videonya, remote DJI Mavic Pro tampil dengan ukuran yang lebih praktis. Ukurannya berkali-kali lipat jauh lebih kecil dan desain pencapit gadget-nya tidak menonjol ke atas seperti remote para pendahulunya.

    Walaupun kecil, layar remote tetaplah informatif. Remote dilengkapi dengan informasi telemetri, di saat aplikasi tetap menyala sebagai layar dan informasi pendukung. Namun satu hal yang kami ketahui dan Casey belum perlihatkan, ialah cara pengoperasian DJI Mavic dengan menggunakan remote kontrol tanpa smartphone dan begitu juga sebaliknya (menggunakan smartphone saja).

    remot dji phantom

    1002185mavic2780x390

    KESTABILAN

    Saat tidak mendapat koneksi GPS atau satelit, DJI Mavic Pro akan mengandalkan keakuratan dari dua sensor vision-nya, yang dimana secara teknis akan memetakan area sekitar penerbangan dalam bentuk 3D. Sehingga kestabilannya saat terbang di dalam ruang setara dengan menggunakan GPS. Kira-kira itulah yang diperlihatkan Casey pada videonya, dimana ida menerbangkan Mavic di dalam ruang kerjanya yang terkenal multi fungsi dan memiliki ruang gerak yang terbatas.

    Pada akhir video, Casey memperlihatkan hasil tangkapan kamera 4K Mavic tanpa melakukan proses post-production. Hasil rekamannya harus diakui tidak kalah dengan DJI Phantom 4, tetapi menurut Casey, tampilan gambarnya tidak selebar seperti yang ia dapatkan saat mencoba GoPro Karma.

    Review DJI Mavic milik Casey Neistat, belum sepenuhnya kompehensif. Karena berdasarkan informasi dari DJI dan beberapa video yang kami pelajari, ada fitur-fitur DJI Mavic Pro lainnya, yang sebenarnya menarik dibahas penerapannya di dunia nyata, misalnya fitur Gesture Recignition, dimana pengguna cukup memberikan aba-aba dengan kedua tangan untuk memerintahkan Mavic mengambil foto dan video secara otomatis.

    Bagi Wearinasians yang merasa belum puas dengan detil yang diberikan lewat video Casey, harap sabar saja dan subscribe channel Youtube kami, agar langsung ternotifikasi saat video review lengkapnya mulai tayang. Cek juga detil spesifikasi lainnya, terkait DJI Mavic Pro, di bagian bawah halaman produk detil Wearinasia.

3 Item(s)