Clearance Sale , up to 50% off SHOP NOW
THE JOURNAL

Tanding Spesifikasi: DJI Mavic Pro, GoPro Karma, dan Yuneec Breeze

Tanding Spesifikasi: DJI Mavic Pro, GoPro Karma, dan Yuneec Breeze

Selang beberapa hari, setelah Nick Woodman, CEO dari GoPro merilis GoPro Karma, DJI langsung "membalasnya" dengan merilis DJI Mavic Pro. Tak ayal, kedua produk tersebut secara sengit dibandingkan oleh para netizen. Tapi tahukah Wearinasians, kalau pabrikan drone Yuneec juga ikut meramaikan persaingan mini drone dengan menelurkan Breeze? Hmm nampaknya sengitnya pertarunagan Mavic dan Karma, sedikit menenggelamkan Breeze.

Sekedar untuk informasi, perbandingan antara DJI Mavic Pro, GoPro Karma, dan Yuneec Breeze pada artikel ini, berdasarkan kurasi dari berbagai sumber yang telah yang melakukan review dan hand-on review. Jadi untuk ulasan detil dari Wearinasia sendiri, akan segera dirilis, mulai bulan November, setelah tim Wearinasia menerima salah satu atau dua dari mini-drone yang akan kita ulas dalam artikel ini.

BERAT

Bila mulai membicarakan spesifikasi, ada baiknya kita memulai dengan membahas perbedaaan berat antar mini drone. Menurut PetaPixel.com, DJI Mavic Pro memiliki berat 734gram, Karma 1006gram, dan situs resmi Yuneec menyebutkan Breeze memiliki berat 385gram. Jadi untuk urusan berat, Breeze boleh jadi mini drone yang paling enteng.

DIMENSI

Salah satu aspek menarik dari mini drone, ialah fungsinya yang dapat dilipat alias foldable (kecuali Yuneec Breeze). DJI Mavic Pro memiliki dimensi 83x83x198mm saat dilipat dan Karma tergolong bongsor pada ukuran 89.9x224x356.2mm. Dan Yuneec Breeze pada ukuran 196x196x65mm.

dimensi-gopro-and-dji

Image by Techno Buffalo

Image by Techno Buffalo

KECEPATAN DAN RADIUS TERBANG

Untuk kecepatan, Mavic Pro merajai kategori mini drone dengan kemampuan melesat secepat 65KM/jam pada mode sport, sedangkan Karma 56.3KM/jam, sedangkan kecepatan Breeze hanya mampu melaju sampai 3.6KM/jam, terlampau jauh untuk dibandingkan dengan Mavic dan Karma. DJI Mavic Pro juga jadi drone dengan kemampuang radius terbang terjauh, yakni 7KM, sedangkan GoPro Karma hanya 3KM, dan Breeze 80M.

KAMERA

Secara teknis baik Mavic dan Karma menggunakan sensor 1/2.3 inci dan 12-megapizel CMOS. Salah satu kekurangan Mavic menurut Casey Neistat dan Digital Rev TV ialah kelebaran foto yang kurang bila dibandingkan dengan DJI Phantom 4 dan GoPro Karma. Bagaimana dengan Yuneec Breeze? Mengingat langkanya ulasan terkait drone mungil berwarna putih ini, kami hanya mengetahui klaim perusahaan yang menginfokan bilamana Breeze dilengkapi dengan sensor 1/3.06 dan 13-megapixel CMOS. Tapi hal ini terasa sulit untuk kami cerna, mengingat drone ini dipredikatkan sebagai drone-selfie alias drone mainan.

Simak perbandingan hasil kamera dari Mavic dan GoPro Hero 5, kamera yang kompatibel dengan Karma, di video berikut ini.

GIMBAL ALIAS STABILIZER

Baik DJI Mavic atau GoPro Karma sama-sama mengandalkan 3 axis-gimbal. Untuk GoPro Karma jangkauan gerak atau range of motion nya berada di kisaran -90° ke 0° ke arah atas dan bawah, sedangkan Mavic diklaim mampu menjangkau -90° ke +30° dan menurut PetaPixel.com dapat bergeser, sesuatu yang akan kita buktikan bersama saat di hands on review nanti. Breeze tak masuk dalam hitungan karena kamera dibenamkan di dalam wahana.

MODE TERBANG PINTAR, OTOMATIS DAN LAIN LAIN

"Dosa" terbesar GoPro ialah tidak menyaingi DJI dengan fitur follow mode dan collision avoidance sensor. Menurut pengalaman kami, pengguna drone di Indonesia khususnya, memberikan apresiasi sangat positif terhadap DJI Phantom 4 untuk dua mode fitur diatas, oleh karena itu saat sebagian dari calon konsumen mengetahui bilamana DJI Mavic dilengkapi dengan sensor dan fitur serupa dengan DJI Phantom 4, tak perlu waktu lama bagi mereka untuk memutuskan memilih DJI Mavic ketimbang GoPro Karma, apalagi Yuneec Breeze. Tapi Pablo Lema, pimpinan divisi produk aerial GoPro menyebutkan bahwa timnya sedang mengerjakan sensor serupa dengan DJI, yang memungkinkan produk drone GoPro di kemudian hari, juga sama cerdasnya dengan produk DJI, jadi selalu ada harapan bagi para pecinta GoPro :)

REMOT KONTROL

DJI Mavic Pro memiliki remote dengan semacam pencapit smartphone di bagian bawah, namun Mavic dapat dioperasikan tanpa atau dengan smartphone. Pada bagian atas layar remot, ada layar LED yang menginfokan pilot dengan data-data penting saat penerbangan. Sedangkan GoPro Karma, mengadopsi konsep remot konsol video game dengan layar touchscreen buka-tutup beresolusi 720p dengan kelebaran 12,7CM. Dan Breeze hanya bisa digunakan dengan aplikasi pada smartphone saja.

dji_mavik_pro_modes_active_track_mode

Image by PCAuthority.com

HARGA & KETERSEDIAAN

Untuk urusan harga pasti, sampai artikel ini disusun, hanya DJI Mavic Pro yang memiliki harga pasti, dimana ada dua paket yang ditawarkan, yakni DJI Mavic Pro dibanderol Rp14.990.000.00 dan DJI Mavic Pro Combo (wahana yang sama namun sepaket dengan tas, baterai ekstra, dan lain-lain) Rp19.200.000.00. Untuk sementara waktu GoPro Karma dikabarkan akan difokuskan untuk pasar Amerika Serikat dan Eropa, dari pihak kami di Wearinasia.com, belum menerima sinyal-sinyal atau kejelasan dari pihak lokal terkait berita ini, sepengetahuan kami dari situs GoPro, harga pre-sale GoPro Karma dibanderol pada angka Rp11.186.000.00 TAPI belum termasuk kamera GoPro yang harganya dimulai dari Rp5.400.000.00 dan dijadwalkan dirilis per-tanggal 23 Oktober 2016 waktu Amerika Serikat.

Jadi mini drone mana yang akan jadi pilihan Wearinasians? Dan apa alasannya? Silahkan respon di kolom komentar.

Selang beberapa hari, setelah Nick Woodman, CEO dari GoPro merilis GoPro Karma, DJI langsung "membalasnya" dengan merilis DJI Mavic Pro. Tak ayal, kedua produk tersebut secara sengit dibandingkan oleh para netizen. Tapi tahukah Wearinasians, kalau pabrikan drone Yuneec juga ikut meramaikan persaingan mini drone dengan menelurkan Breeze? Hmm nampaknya sengitnya pertarunagan Mavic dan Karma, sedikit menenggelamkan Breeze.

Sekedar untuk informasi, perbandingan antara DJI Mavic Pro, GoPro Karma, dan Yuneec Breeze pada artikel ini, berdasarkan kurasi dari berbagai sumber yang telah yang melakukan review dan hand-on review. Jadi untuk ulasan detil dari Wearinasia sendiri, akan segera dirilis, mulai bulan November, setelah tim Wearinasia menerima salah satu atau dua dari mini-drone yang akan kita ulas dalam artikel ini.

BERAT

Bila mulai membicarakan spesifikasi, ada baiknya kita memulai dengan membahas perbedaaan berat antar mini drone. Menurut PetaPixel.com, DJI Mavic Pro memiliki berat 734gram, Karma 1006gram, dan situs resmi Yuneec menyebutkan Breeze memiliki berat 385gram. Jadi untuk urusan berat, Breeze boleh jadi mini drone yang paling enteng.

DIMENSI

Salah satu aspek menarik dari mini drone, ialah fungsinya yang dapat dilipat alias foldable (kecuali Yuneec Breeze). DJI Mavic Pro memiliki dimensi 83x83x198mm saat dilipat dan Karma tergolong bongsor pada ukuran 89.9x224x356.2mm. Dan Yuneec Breeze pada ukuran 196x196x65mm.

dimensi-gopro-and-dji

Image by Techno Buffalo

Image by Techno Buffalo

KECEPATAN DAN RADIUS TERBANG

Untuk kecepatan, Mavic Pro merajai kategori mini drone dengan kemampuan melesat secepat 65KM/jam pada mode sport, sedangkan Karma 56.3KM/jam, sedangkan kecepatan Breeze hanya mampu melaju sampai 3.6KM/jam, terlampau jauh untuk dibandingkan dengan Mavic dan Karma. DJI Mavic Pro juga jadi drone dengan kemampuang radius terbang terjauh, yakni 7KM, sedangkan GoPro Karma hanya 3KM, dan Breeze 80M.

KAMERA

Secara teknis baik Mavic dan Karma menggunakan sensor 1/2.3 inci dan 12-megapizel CMOS. Salah satu kekurangan Mavic menurut Casey Neistat dan Digital Rev TV ialah kelebaran foto yang kurang bila dibandingkan dengan DJI Phantom 4 dan GoPro Karma. Bagaimana dengan Yuneec Breeze? Mengingat langkanya ulasan terkait drone mungil berwarna putih ini, kami hanya mengetahui klaim perusahaan yang menginfokan bilamana Breeze dilengkapi dengan sensor 1/3.06 dan 13-megapixel CMOS. Tapi hal ini terasa sulit untuk kami cerna, mengingat drone ini dipredikatkan sebagai drone-selfie alias drone mainan.

Simak perbandingan hasil kamera dari Mavic dan GoPro Hero 5, kamera yang kompatibel dengan Karma, di video berikut ini.

GIMBAL ALIAS STABILIZER

Baik DJI Mavic atau GoPro Karma sama-sama mengandalkan 3 axis-gimbal. Untuk GoPro Karma jangkauan gerak atau range of motion nya berada di kisaran -90° ke 0° ke arah atas dan bawah, sedangkan Mavic diklaim mampu menjangkau -90° ke +30° dan menurut PetaPixel.com dapat bergeser, sesuatu yang akan kita buktikan bersama saat di hands on review nanti. Breeze tak masuk dalam hitungan karena kamera dibenamkan di dalam wahana.

MODE TERBANG PINTAR, OTOMATIS DAN LAIN LAIN

"Dosa" terbesar GoPro ialah tidak menyaingi DJI dengan fitur follow mode dan collision avoidance sensor. Menurut pengalaman kami, pengguna drone di Indonesia khususnya, memberikan apresiasi sangat positif terhadap DJI Phantom 4 untuk dua mode fitur diatas, oleh karena itu saat sebagian dari calon konsumen mengetahui bilamana DJI Mavic dilengkapi dengan sensor dan fitur serupa dengan DJI Phantom 4, tak perlu waktu lama bagi mereka untuk memutuskan memilih DJI Mavic ketimbang GoPro Karma, apalagi Yuneec Breeze. Tapi Pablo Lema, pimpinan divisi produk aerial GoPro menyebutkan bahwa timnya sedang mengerjakan sensor serupa dengan DJI, yang memungkinkan produk drone GoPro di kemudian hari, juga sama cerdasnya dengan produk DJI, jadi selalu ada harapan bagi para pecinta GoPro :)

REMOT KONTROL

DJI Mavic Pro memiliki remote dengan semacam pencapit smartphone di bagian bawah, namun Mavic dapat dioperasikan tanpa atau dengan smartphone. Pada bagian atas layar remot, ada layar LED yang menginfokan pilot dengan data-data penting saat penerbangan. Sedangkan GoPro Karma, mengadopsi konsep remot konsol video game dengan layar touchscreen buka-tutup beresolusi 720p dengan kelebaran 12,7CM. Dan Breeze hanya bisa digunakan dengan aplikasi pada smartphone saja.

dji_mavik_pro_modes_active_track_mode

Image by PCAuthority.com

HARGA & KETERSEDIAAN

Untuk urusan harga pasti, sampai artikel ini disusun, hanya DJI Mavic Pro yang memiliki harga pasti, dimana ada dua paket yang ditawarkan, yakni DJI Mavic Pro dibanderol Rp14.990.000.00 dan DJI Mavic Pro Combo (wahana yang sama namun sepaket dengan tas, baterai ekstra, dan lain-lain) Rp19.200.000.00. Untuk sementara waktu GoPro Karma dikabarkan akan difokuskan untuk pasar Amerika Serikat dan Eropa, dari pihak kami di Wearinasia.com, belum menerima sinyal-sinyal atau kejelasan dari pihak lokal terkait berita ini, sepengetahuan kami dari situs GoPro, harga pre-sale GoPro Karma dibanderol pada angka Rp11.186.000.00 TAPI belum termasuk kamera GoPro yang harganya dimulai dari Rp5.400.000.00 dan dijadwalkan dirilis per-tanggal 23 Oktober 2016 waktu Amerika Serikat.

Jadi mini drone mana yang akan jadi pilihan Wearinasians? Dan apa alasannya? Silahkan respon di kolom komentar.

Leave A Comment

    Shop The Product

    Kemudahan Berbelanja

    Freeshipping

    Gratis ongkos kirim untuk nilai transaksi lebih dari Rp 500.000,00 - Berlaku untuk daerah Jabodetabek

    Cicilan 0%

    Kemudahan melakukan transaksi dengan cicilan 0% dari berbagai macam bank dan perusahan finansial lainnya

    100K Voucher

    Dapatkan potongan sejumlah Rp 100.000,00 untuk transaksi pertama, dengan daftar menjadi member kami.