Clearance Sale , up to 50% off SHOP NOW
THE JOURNAL

PM Jepang Sempat Mendapat Ancaman Drone Selagi Di Indonesia

PM Jepang Sempat Mendapat Ancaman Drone Selagi Di Indonesia

Satu bulan lalu, saat Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe sedang berkunjung ke Indonesia, di waktu yang sama, sebuah drone mendarat di atap kantornya yang terletak di Tokyo. Drone ini membawa sebuah botol plastik berisikan materi radioaktif yang untungnya tidak membahayakan. Kejadian ini merupakan peringatan keras bagi pemerintah Jepang untuk memberikan regulasi yang jelas atas penggunaan Drone.

Jepang adalah salah satu negara dengan penetrasi drone tertinggi di dunia, diprediksi pada tahun 2020 jumlahnya akan 11 kali lebih besar dari sekarang. Menurut media berita Yomiuri Shimbum, para pembuat kebijakan di negara matahari terbit ini telah mempertimbangkan regulasi yang dapat mencegah potensi insiden yang disebabkan drone, misalnya peraturan yang menetapkan no fly zone di area gedung pemerintahan, kerajaan, dan sumber tenaga nuklir.

Sampai saat ini mayoritas penggunaan drone ditujukan untuk keperluan rekreasional seperti merekam gambar di tempat - tempat umum. Namun kejadian yang terjadi pada di atap kantor PM Shinzo Abe, jelas mengindikasikan adanya potensi bahaya yang harus dicermati. Insiden Drone seperti ini juga bukanlah yang pertama kali, tercatat pada awal tahun 2015, drone merangsek masuk ke halaman White House, Amerika Serikat karena hilang kendali.

Menanggapi potensi positif dan negatif dari drone, Apakah kita juga sudah perlu mulai menata masa depan penggunaan drone di tanah air? Berikan pendapat Anda di kolom bawah ini.

 

Satu bulan lalu, saat Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe sedang berkunjung ke Indonesia, di waktu yang sama, sebuah drone mendarat di atap kantornya yang terletak di Tokyo. Drone ini membawa sebuah botol plastik berisikan materi radioaktif yang untungnya tidak membahayakan. Kejadian ini merupakan peringatan keras bagi pemerintah Jepang untuk memberikan regulasi yang jelas atas penggunaan Drone.

Jepang adalah salah satu negara dengan penetrasi drone tertinggi di dunia, diprediksi pada tahun 2020 jumlahnya akan 11 kali lebih besar dari sekarang. Menurut media berita Yomiuri Shimbum, para pembuat kebijakan di negara matahari terbit ini telah mempertimbangkan regulasi yang dapat mencegah potensi insiden yang disebabkan drone, misalnya peraturan yang menetapkan no fly zone di area gedung pemerintahan, kerajaan, dan sumber tenaga nuklir.

Sampai saat ini mayoritas penggunaan drone ditujukan untuk keperluan rekreasional seperti merekam gambar di tempat - tempat umum. Namun kejadian yang terjadi pada di atap kantor PM Shinzo Abe, jelas mengindikasikan adanya potensi bahaya yang harus dicermati. Insiden Drone seperti ini juga bukanlah yang pertama kali, tercatat pada awal tahun 2015, drone merangsek masuk ke halaman White House, Amerika Serikat karena hilang kendali.

Menanggapi potensi positif dan negatif dari drone, Apakah kita juga sudah perlu mulai menata masa depan penggunaan drone di tanah air? Berikan pendapat Anda di kolom bawah ini.

 

Leave A Comment

    Kemudahan Berbelanja

    Freeshipping

    Gratis ongkos kirim untuk nilai transaksi lebih dari Rp 500.000,00 - Berlaku untuk daerah Jabodetabek

    Cicilan 0%

    Kemudahan melakukan transaksi dengan cicilan 0% dari berbagai macam bank dan perusahan finansial lainnya

    100K Voucher

    Dapatkan potongan sejumlah Rp 100.000,00 untuk transaksi pertama, dengan daftar menjadi member kami.