Clearance Sale , up to 50% off SHOP NOW
THE JOURNAL

Perselingkuhan Futuristik, Mungkin Bukan Antar Manusia

Perselingkuhan Futuristik, Mungkin Bukan Antar Manusia
  • SHARE
THE JOURNAL

Perselingkuhan Futuristik, Mungkin Bukan Antar Manusia

  • SHARE

Words & Photo by : | April 12, 2016

Kecerdasan buatan atau artificial intelligence tak lagi hanya menghiasi film-film sci-fi semacam kisah gerombolan robot pembunuh, Skynet di film legendaris Terminator. Beberapa ahli komputer bahkan memprediksi kecerdasan komputer akan setara dengan manusia pada tahun 2030 (tak lama lagi). Walaupun terdengar masih terlalu dini untuk menggadang-gadang kemutakhiran AI, pada festival tahunan SXSW 2015, Texas ada sekumpulan pria yang tertipu oleh godaan chat bot yang mereka temukan di aplikasi kencan Tinder.

artificial intelligence

Bot yang jadi bagian dari kampanye pemasaran film "Ex Machina" ini mampu meyakinkan para pria akan keasliannya sebagai seorang wanita, lewat pertanyaan-pertanyaan yang tak pernah disangka akan muncul dari sebuah robot. Pertanyaan tersebut meliputi, "Apa yang membuat kamu seorang manusia?" atau yang lebih sentimentil seperti "Pernahkah kamu jatuh cinta?".

chat dengan ai

ex-machina

Perspektif menarik juga bisa dilihat dari film "Her" arahan Spike Jonze yang mempertemukan Theodore (Joaquin Phoenix) dengan sebuah sistem operasi (suaranya diisi oleh Scarlett Johansson), walaupun hubungan keduanya kandas setelah Samantha, sang AI "berselingkuh" dengan pengguna-pengguna OS lainnya, film ini memperlihatkan bahwa AI di kemudian hari mungkin saja memiliki kesadaran atau perasaan yang dapat meluluhkan hati manusia, sekalipun sang manusia tahu bahwa yang dihadapinya tak lebih dari sebuah kecerdasan buatan.

Seiring semakin berkembangnya Virtual Reality (VR), teknologi yang memampukan penggunanya seolah hadir di dunia maya, pakar AI, Ray Kurzweil, memprediksi manusia akan semakin dimabuk asmara oleh pribadi virtual. Sederhananya, bila AI terus mengalami pengembangan yang radikal hingga mampu memiliki nalar yang setara dengan manusia dan VR mampu terus menghilangkan kontras antara dunia nyata dan maya, maka dapat dibayangkan betapa lengketnya hubungan manusia dengan robot di kemudian hari.

oculus

Jadi bila Anda mendambakan hubungan cinta yang super "sempurna" dari segi fisik dan kualitas, tanpa friksi dan drama, mungkin AI dan VR dapat memberikan pengisi hati yang sempurna bak Mr. Grey atau Gal Gadot di kemudian hari nanti (bila sabar menunggu).

Kecerdasan buatan atau artificial intelligence tak lagi hanya menghiasi film-film sci-fi semacam kisah gerombolan robot pembunuh, Skynet di film legendaris Terminator. Beberapa ahli komputer bahkan memprediksi kecerdasan komputer akan setara dengan manusia pada tahun 2030 (tak lama lagi). Walaupun terdengar masih terlalu dini untuk menggadang-gadang kemutakhiran AI, pada festival tahunan SXSW 2015, Texas ada sekumpulan pria yang tertipu oleh godaan chat bot yang mereka temukan di aplikasi kencan Tinder.

artificial intelligence

Bot yang jadi bagian dari kampanye pemasaran film "Ex Machina" ini mampu meyakinkan para pria akan keasliannya sebagai seorang wanita, lewat pertanyaan-pertanyaan yang tak pernah disangka akan muncul dari sebuah robot. Pertanyaan tersebut meliputi, "Apa yang membuat kamu seorang manusia?" atau yang lebih sentimentil seperti "Pernahkah kamu jatuh cinta?".

chat dengan ai

ex-machina

Perspektif menarik juga bisa dilihat dari film "Her" arahan Spike Jonze yang mempertemukan Theodore (Joaquin Phoenix) dengan sebuah sistem operasi (suaranya diisi oleh Scarlett Johansson), walaupun hubungan keduanya kandas setelah Samantha, sang AI "berselingkuh" dengan pengguna-pengguna OS lainnya, film ini memperlihatkan bahwa AI di kemudian hari mungkin saja memiliki kesadaran atau perasaan yang dapat meluluhkan hati manusia, sekalipun sang manusia tahu bahwa yang dihadapinya tak lebih dari sebuah kecerdasan buatan.

Seiring semakin berkembangnya Virtual Reality (VR), teknologi yang memampukan penggunanya seolah hadir di dunia maya, pakar AI, Ray Kurzweil, memprediksi manusia akan semakin dimabuk asmara oleh pribadi virtual. Sederhananya, bila AI terus mengalami pengembangan yang radikal hingga mampu memiliki nalar yang setara dengan manusia dan VR mampu terus menghilangkan kontras antara dunia nyata dan maya, maka dapat dibayangkan betapa lengketnya hubungan manusia dengan robot di kemudian hari.

oculus

Jadi bila Anda mendambakan hubungan cinta yang super "sempurna" dari segi fisik dan kualitas, tanpa friksi dan drama, mungkin AI dan VR dapat memberikan pengisi hati yang sempurna bak Mr. Grey atau Gal Gadot di kemudian hari nanti (bila sabar menunggu).

  • SHARE ON
Leave A Comment

    Shop The Product

    Kemudahan Berbelanja

    Freeshipping

    Gratis ongkos kirim untuk nilai transaksi lebih dari Rp 500.000,00 - Berlaku untuk daerah Jabodetabek

    Cicilan 0%

    Kemudahan melakukan transaksi dengan cicilan 0% dari berbagai macam bank dan perusahan finansial lainnya

    100K Voucher

    Dapatkan potongan sejumlah Rp 100.000,00 untuk transaksi pertama, dengan daftar menjadi member kami.