Clearance Sale , up to 50% off SHOP NOW
THE JOURNAL

Paten Boeing Memungkinkan Drone Untuk Mengisi Daya Di Udara

Paten Boeing Memungkinkan Drone Untuk Mengisi Daya Di Udara
  • SHARE
THE JOURNAL

Paten Boeing Memungkinkan Drone Untuk Mengisi Daya Di Udara

  • SHARE

Words & Photo by : | June 8, 2015

March 5, 2007 - Narrow wings, a Y-tail and rear engine layout distinguish the Ikhana science aircraft, a civil variant of General Atomics' Predator B unmanned aircraft system.

Drone memiliki keterbatasan dalam hal jarak karena dayanya perlu diisi ulang. Namun, hal tersebut sepertinya akan berubah dalam waktu dekat.

Baru-baru ini, perusahaan pesawat terbang asal Amerika Serikat, Boeing, mendapatkan paten untuk teknologi yang memungkinkan sebuah drone untuk dapat mengisi dayanya meskipun saat sedang terbang di udara. Secara teoritis, teknologi ini memungkinkan drone untuk terbang selamanya tanpa perlu mendarat untuk mengisi daya.

Prototype drone dari Boeing ini akan memiliki kabel tambahan yang berfungsi untuk menghubungkan sumber listrik di tanah, yang akan memutuskan alirannya secara otomatis jika sudah terisi penuh.

Fleksibilitas ini memungkinkan drone untuk dapat mengisi dayanya dimana saja. Namun, sampai saat ini belum ada indikasi apakah Boeing akan mengembangkannya lebih jauh atau tidak. Satu-satunya hal menjadi isu adalah lamanya waktu pengisian (tergantung kapasitas baterai). Jadi, kemungkinan teknologi ini belum akan digunakan secara luas sampai telah ditemukan teknologi pengisian baterai yang lebih cepat.

March 5, 2007 - Narrow wings, a Y-tail and rear engine layout distinguish the Ikhana science aircraft, a civil variant of General Atomics' Predator B unmanned aircraft system.

Drone memiliki keterbatasan dalam hal jarak karena dayanya perlu diisi ulang. Namun, hal tersebut sepertinya akan berubah dalam waktu dekat.

Baru-baru ini, perusahaan pesawat terbang asal Amerika Serikat, Boeing, mendapatkan paten untuk teknologi yang memungkinkan sebuah drone untuk dapat mengisi dayanya meskipun saat sedang terbang di udara. Secara teoritis, teknologi ini memungkinkan drone untuk terbang selamanya tanpa perlu mendarat untuk mengisi daya.

Prototype drone dari Boeing ini akan memiliki kabel tambahan yang berfungsi untuk menghubungkan sumber listrik di tanah, yang akan memutuskan alirannya secara otomatis jika sudah terisi penuh.

Fleksibilitas ini memungkinkan drone untuk dapat mengisi dayanya dimana saja. Namun, sampai saat ini belum ada indikasi apakah Boeing akan mengembangkannya lebih jauh atau tidak. Satu-satunya hal menjadi isu adalah lamanya waktu pengisian (tergantung kapasitas baterai). Jadi, kemungkinan teknologi ini belum akan digunakan secara luas sampai telah ditemukan teknologi pengisian baterai yang lebih cepat.

  • SHARE ON
Leave A Comment

    Shop The Product

    Kemudahan Berbelanja

    Freeshipping

    Gratis ongkos kirim untuk nilai transaksi lebih dari Rp 500.000,00 - Berlaku untuk daerah Jabodetabek

    Cicilan 0%

    Kemudahan melakukan transaksi dengan cicilan 0% dari berbagai macam bank dan perusahan finansial lainnya

    100K Voucher

    Dapatkan potongan sejumlah Rp 100.000,00 untuk transaksi pertama, dengan daftar menjadi member kami.