Clearance Sale , up to 50% off SHOP NOW
THE JOURNAL

Motivasi Sukses Dari Bos Drone Berumur 20-an Dengan Pemasukan Rp 128 M

Motivasi Sukses Dari Bos Drone Berumur 20-an Dengan Pemasukan Rp 128 M
  • SHARE
THE JOURNAL

Motivasi Sukses Dari Bos Drone Berumur 20-an Dengan Pemasukan Rp 128 M

  • SHARE

Words & Photo by : | February 26, 2015

Motivasi sukses dari cerita Jordi Muñoz

Motivasi sukses Jordi Munoz sudah terlihat sejak ia hadir sebagai imigran gelap dari Meksiko 10 tahun lalu. Di kala itu Jordi yang baru menginjak umur 20 tahun belum bisa melamar pekerjaan karena belum mendapat ijin pemerintah, alih-alih berpangku tangan ia malah merakit dan memprogram sebuah drone di garasi rumahnya.

Kembali ke tahun 2007, drone belum setenar seperti sekarang. Secara teknis drone adalah benda terbang yang dilengkapi oleh kamera video yang masih jadi barang langka dan hanya disukai segelintir orang. Namun hal tersebut tidak mengecilkan niat Jordi untuk terus mengembangkan drone ciptaannya.

Suku cadang yang digunakan pun tidak konvensional, mengingat dana terbatas yang dimiliki sang pemuda. Misalnya untuk menanamkan sistem auto pilot, Jordi menggunakan sensor hasil oprekan dari sebuah remot kontrol game. Bahkan yang lebih ekstrim lagi, untuk merekatkan sebuah komponen ia menggunakan oven yang biasa dipakai ibu rumah tangga.

Singkat cerita, Jordi yang kini sudah berumur 28 tahun telah menjadi salah satu pengusaha drone yang disegani di Amerika Serikat. Dengan nama 3D Robotics pada tahun ini diperkirakan perusahaan miliknya akan mendulang penjualan yang mencapai 50 juta Dollar.

Titik balik

Jalan menuju puncak Jordi, tidak akan terjadi apabila tidak bertemu investor perdananya yang ternyata juga seorang pemimpin redaksi berpengaruh dari sebuah majalah teknologi bergengsi "Wired". Chris Anderson memberikan suntikan dana sebesar 500 Dollar karena terkesan setelah melihat prototipe drone di situs milik Jordi.

Semenjak kiriman dana tersebut, komunikasi antara Jordi dan Anderson menjadi semakin intens. Lewat bantuan Anderson pula Jordi berhasil menjual beberapa lusin drone ciptaannya. Akhirnya pada tahun 2009 keduanya sepakat untuk membentuk 3D Robotics walau keduanya belum pernah bertemu tatap muka sekalipun. Anderson bertanggung jawab pada sisi bisnis sedang Jordi fokus pada sisi teknis.

Seiring dengan permintaan pasar terhadap drone yang menanjak, sejak beberapa tahun belakangan ini, performa bisnis 3D Robotics juga semakin meyakinkan. Pertumbuhan tersebut menginspirasi keduanya untuk lebih serius mengembangkan perusahaan, sehingga keduanya pun akhirnya bertemu.

Mendirikan perusahaan

 Jordi Muoz, Chris Anderson, Jon Callaghan- 3 D Robotics

Jordi Munoz, Chris Anderson, dan Jon Callaghan

Jordi boleh jadi seorang teknisi drone yang handal namun ia memiliki kesulitan untuk berkerja secara tim. Sadar akan kekurangannya, ia tidak gengsi untuk merekrut karyawan-karyawan yang lebih berpengalaman dari dirinya. Ada 357 karyawan yang bergabung di 4 kantor 3D Robotics yang tersebar di San Fransisco, San Diego, Tijuana, dan Austin.

Projek drone Jordi yang tadinya hanya untuk membuang waktu, sekarang memiliki banyak peminat dan berbagai varian, harganya dimulai dari 740 Dollar sampai 5,400 Dollar. Lewat drone-drone ciptaanya ini, Jordi berhasil merangkak naik dari seorang imigran gelap menjadi pengusaha miliarder. Perusahaannya membukukan pendapatan sebesar 1 juta Dollar pada tahun 2011 dan terus naik beratus-ratus kali lipat hingga mencapai 10 juta Dollar atau sekitar Rp 128 M pada tahun 2013.

Kolaborasi

3D Robotics punya pendekatan bisnis yang unik, sistem operasi drone produksinya dibuka secara umum atau open source sehingga siapapun termasuk kompetitor dapat menggunakan sistem operasi miliknya. Hal tak lazim ini dipercaya Jordi menjadi faktor utama kesuksesannya, karena hanya dengan memperbolehkan pihak lain memberikan feedback pada sistem operasinya, maka ia dapat mengoptimalkan peforma drone yang sempurna dan sesuai keinginan pasar.

Jadi adakah alasan bagi kita untuk bermalas-malasan? Punya mimpi atau ide bisnis? Share di kolom komentar di bawah ini.

Motivasi sukses dari cerita Jordi Muñoz

Motivasi sukses Jordi Munoz sudah terlihat sejak ia hadir sebagai imigran gelap dari Meksiko 10 tahun lalu. Di kala itu Jordi yang baru menginjak umur 20 tahun belum bisa melamar pekerjaan karena belum mendapat ijin pemerintah, alih-alih berpangku tangan ia malah merakit dan memprogram sebuah drone di garasi rumahnya.

Kembali ke tahun 2007, drone belum setenar seperti sekarang. Secara teknis drone adalah benda terbang yang dilengkapi oleh kamera video yang masih jadi barang langka dan hanya disukai segelintir orang. Namun hal tersebut tidak mengecilkan niat Jordi untuk terus mengembangkan drone ciptaannya.

Suku cadang yang digunakan pun tidak konvensional, mengingat dana terbatas yang dimiliki sang pemuda. Misalnya untuk menanamkan sistem auto pilot, Jordi menggunakan sensor hasil oprekan dari sebuah remot kontrol game. Bahkan yang lebih ekstrim lagi, untuk merekatkan sebuah komponen ia menggunakan oven yang biasa dipakai ibu rumah tangga.

Singkat cerita, Jordi yang kini sudah berumur 28 tahun telah menjadi salah satu pengusaha drone yang disegani di Amerika Serikat. Dengan nama 3D Robotics pada tahun ini diperkirakan perusahaan miliknya akan mendulang penjualan yang mencapai 50 juta Dollar.

Titik balik

Jalan menuju puncak Jordi, tidak akan terjadi apabila tidak bertemu investor perdananya yang ternyata juga seorang pemimpin redaksi berpengaruh dari sebuah majalah teknologi bergengsi "Wired". Chris Anderson memberikan suntikan dana sebesar 500 Dollar karena terkesan setelah melihat prototipe drone di situs milik Jordi.

Semenjak kiriman dana tersebut, komunikasi antara Jordi dan Anderson menjadi semakin intens. Lewat bantuan Anderson pula Jordi berhasil menjual beberapa lusin drone ciptaannya. Akhirnya pada tahun 2009 keduanya sepakat untuk membentuk 3D Robotics walau keduanya belum pernah bertemu tatap muka sekalipun. Anderson bertanggung jawab pada sisi bisnis sedang Jordi fokus pada sisi teknis.

Seiring dengan permintaan pasar terhadap drone yang menanjak, sejak beberapa tahun belakangan ini, performa bisnis 3D Robotics juga semakin meyakinkan. Pertumbuhan tersebut menginspirasi keduanya untuk lebih serius mengembangkan perusahaan, sehingga keduanya pun akhirnya bertemu.

Mendirikan perusahaan

 Jordi Muoz, Chris Anderson, Jon Callaghan- 3 D Robotics

Jordi Munoz, Chris Anderson, dan Jon Callaghan

Jordi boleh jadi seorang teknisi drone yang handal namun ia memiliki kesulitan untuk berkerja secara tim. Sadar akan kekurangannya, ia tidak gengsi untuk merekrut karyawan-karyawan yang lebih berpengalaman dari dirinya. Ada 357 karyawan yang bergabung di 4 kantor 3D Robotics yang tersebar di San Fransisco, San Diego, Tijuana, dan Austin.

Projek drone Jordi yang tadinya hanya untuk membuang waktu, sekarang memiliki banyak peminat dan berbagai varian, harganya dimulai dari 740 Dollar sampai 5,400 Dollar. Lewat drone-drone ciptaanya ini, Jordi berhasil merangkak naik dari seorang imigran gelap menjadi pengusaha miliarder. Perusahaannya membukukan pendapatan sebesar 1 juta Dollar pada tahun 2011 dan terus naik beratus-ratus kali lipat hingga mencapai 10 juta Dollar atau sekitar Rp 128 M pada tahun 2013.

Kolaborasi

3D Robotics punya pendekatan bisnis yang unik, sistem operasi drone produksinya dibuka secara umum atau open source sehingga siapapun termasuk kompetitor dapat menggunakan sistem operasi miliknya. Hal tak lazim ini dipercaya Jordi menjadi faktor utama kesuksesannya, karena hanya dengan memperbolehkan pihak lain memberikan feedback pada sistem operasinya, maka ia dapat mengoptimalkan peforma drone yang sempurna dan sesuai keinginan pasar.

Jadi adakah alasan bagi kita untuk bermalas-malasan? Punya mimpi atau ide bisnis? Share di kolom komentar di bawah ini.

  • SHARE ON
Leave A Comment

    Kemudahan Berbelanja

    Freeshipping

    Gratis ongkos kirim untuk nilai transaksi lebih dari Rp 500.000,00 - Berlaku untuk daerah Jabodetabek

    Cicilan 0%

    Kemudahan melakukan transaksi dengan cicilan 0% dari berbagai macam bank dan perusahan finansial lainnya

    100K Voucher

    Dapatkan potongan sejumlah Rp 100.000,00 untuk transaksi pertama, dengan daftar menjadi member kami.