Get your travel essential, disc up to 50% off : SHOP NOW
THE JOURNAL

Review DJI Mavic Air: Mencoba Ketangkasan DJI Mavic Air di Bukit Berbatu (Bagian 2)

Review DJI Mavic Air: Mencoba Ketangkasan DJI Mavic Air di Bukit Berbatu (Bagian 2)

Ini waktunya membuktikan jargon Adventure Unfold pada DJI Mavic Air, ini hasil observasinya!

DJI Mavic Air merupakan produk terusan dari seri DJI Mavic, yang secara spek memang disesuaikan untuk kebutuhan pilot drone yang lebih awam jika dibandingkan dengan DJI Mavic Pro. Namun dikesempatan ini kami ingin mencoba mengetes DJI Mavic Air di alam yang lebih terbuka guna untuk membuktikan apakah wahana yang lebih kecil sama dengan mudah terombang-ambing oleh udara dan mencoba apakah ketangkasan fitur-fitur seperti hand gesture dan active track dapat terlaksana dengan mulus atau tidak.

Adventure Unfold merupakan jargon DJI Mavic Air, oleh karena itu saya jadikan Stone Park arena uji coba sembari lari

Keadaan bukit cukup berangin saat saya ingin menjajalnya sehingga sangat cocok dengan tujuan uji coba ini. Undakan bukit penuh ini juga sengaja saya kondisikan untuk mencoba kecerdasan sensor drone dalam mengenali perbedaan tinggi antar area.

Hal yang cukup menantang di area seperti ini ialah mencari titik awal terbang

Ringkas

Di Wearinasia kami menggunakan DJI Mavic Pro untuk keperluan produksi, dari sudut pandang hasil dan kesederhanaan desain yang ditawarkan, sudah membuat saya dan tim di kantor sangat puas, namun untuk desain pada Mavic Air ini kami berikan dua jempol, apalagi setelah membawanya sembari melakukan kegiatan outdoor running yang notabene saya tidak membawa tas drone, cuma bermodal saku celana lari.

Saya mengantongi di saku celana bagian depan, namun akan lebih nyaman bila diletakkan di saku belakang (celana lari)

Kendala tidak berarti terjadi apabila baling-baling menyangkut di bagian saku, namun itu jarang terjadi. Untuk berat juga tidak begitu berarti saat saya berlari menaiki bukit, rasanya hampir setara dengan membawa sebuah iPhone pada saku, hanya dengan ukuran yang sedikit berbeda..

 

Walau dengan tambahan landing gear, Mavic Air tetap harus diterbangkan di permukaan ekstra rata

Active Track & Sensor Berbagai Sisi

Berdasarkan pengalaman, active track pada versi terdahulu sering kehilangan target sehingga drone berhenti mengikuti, sedangkan saat berlari kerap di benak saya terlintas bagaimana jadinya apabila drone tetap mengikuti namun membentur objek di sekitarnya, apalagi bila menerbangkannnya di area dengan berbagai objek seperti tiang, dahan pohon, atau tebing.

DJI mengklaim bahwa dengan teknologi sensor yang baru Mavic Air tidak hanya akan berhenti saat menghadapi rintangan namun juga akan mencari jalur alternatif. Untuk membuktikan hal itu saya mencoba lari dengan melewati beragam rintangan dan secara mengejutkan drone bisa mengimbangi kecepatan subjek (saya) dan mencari alternatif arah penerbangan, hal ini bisa terjadi dikarenakan perlengkapan sensor Mavic Air yang ada di berbagi arah (depan, belakang, dan bagian bawah).

Walau awalnya sempat cemas dan kerap menengok kebelakang karena takut drone membentur tebing-tebing batu di area Stone Park, akhirnya drone melenggang mulus dan terus mengikuti saya tanpa kendala berarti, menurut saya ini akan membuat para petualang akan lebih berani dalam merekam kegiatannya di destinasi-destinasi rawan jatuh seperti yang saya lakukan ini (cek video dibawah).

Sedikit catatan, kecemasan saya terhadap active track pada produk DJI bukannya tidak beralasan karena di pengembangan awalnya, fitur ini suka kehilangan jejak dan gagal mengikuti objek atau subjek yang melaju dalam kecepatan yang tinggi.

Dronie dengan navigasi manual? Tidak jaman!

Dronie merupakan salah satu hal yang cukup sulit untuk dilakukan untuk pilot awam, karena bila tidak hati-hati bisa berakibat drone menabrak. Dengan Mavic Air saya coba menggunakan mode Quickshots untuk mengambil dronie dan dalam sekejap saya merasa setara seperti telah menghasilkan karya-karya ala Sam Kolder yang selama ini tenar di Youtube walau dengan kepiawaian yang minim.

Salah satu fitur yang saya impikan selama mencoba drone ialah Boomerang, entah rasanya footage terasa lebih epik

Tak hanya dronie, fitur Quickshots lainnya yang saya coba ialah Boomerang. Menurut saya fitur ini sangat cocok diambil untuk momen-momen puncak semisalnya saat berhasil mendaki ke puncak sebuah bukit. Fitur lainnya seperti Asteroid tetapi saya pribadi lebih suka hasil-hasil dari dronie ataupun Boomerang karena terasa lebih alami dan seirama apabila ingin dijadikan sebuah video traveling.

Hand gestures

Berdasarkan pengalaman apabila kita hiking atau berpergian sendirian kemanapun akan sangat sulit untuk mengabadikan foto diri sendiri secara proporsional apalagi menggunakan drone. Namun saya mencoba fitur Smart Capture pada Mavic Air dimana dengan mengangkat satu tangan, drone akan mengikuti arah tangan Anda dan dengan menggunakan dua jari atau peace sign drone akan mengidentifikasi sebagai perintah untuk mengambil gambar sedangkan tangan membentuk kotak sebagai kode untuk memulai dan menghentikan perekaman video.

Canggihnya teknologi computer vision DJI sangat kentara di fitur ini.

Tetapi pertanyaannya apakah semua ini sangat esensial saat kita berpergian? Jawabannya mungkin tidak esensial kalau sedang beramai-ramai, namun apabila Anda adalah seorang traveler dan ingin mengabadikan foto trekking Anda yang epik itu? Mengapa tidak :)

KESIMPULAN

Penarikan kesimpulan saya didasari sesi lari saya selama sekitar 90 menit di area Stone Park, Bandung oleh karena itu pastinya akan sangat subjektif dan berbeda dengan pengulas lain yang mengulasnya dari sudut pandang yang berbeda. Apabila Anda sedang mencari drone berkamera jernih yang bisa dijadikan teman beraktifitas outdoor sepertinya DJI Mavic Air adalah jodoh Anda, mengingat teknologi otonom dan sensornya yang sudah terbaik di kelasnya, namun apabila Anda sedang mencari drone untuk keperluan yang sepenuhnya untuk didedikasikan untuk keperluan produksi semata, saya rasa DJI Phantom 4 Pro dan Inspire masih boleh jadi andalan.

Leave A Comment

    Kemudahan Berbelanja

    Freeshipping

    Gratis ongkos kirim untuk nilai transaksi lebih dari Rp 500.000,00 - Berlaku untuk daerah Jabodetabek

    Cicilan 0%

    Kemudahan melakukan transaksi dengan cicilan 0% dari berbagai macam bank dan perusahan finansial lainnya

    100K Voucher

    Dapatkan potongan sejumlah Rp 100.000,00 untuk transaksi pertama, dengan daftar menjadi member kami.