Clearance Sale , up to 50% off SHOP NOW
THE JOURNAL

Membongkar Potensi Bisnis IoT Indonesia yang Bernilai Milyaran

Membongkar Potensi Bisnis IoT Indonesia yang Bernilai Milyaran

Acara Asia IoT Business Platform 2015 di Jakarta resmi bergulir hari ini sampai tanggal 26 Agustus 2015, besok. Regulator dan para pemimpin industri Machine 2 Machine (M2M) masuk dalam jajaran pembicara yang akan berbagi pengalaman dan peta perjalanan IoT di Asia Tenggara dan Indonesia. Bambang Heru Tjahjono dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) selaku perwakilan dari pemerintah menjadi salah satu pembicara pembuka pada acara yang diadakan di Fairmont hotel ini.

Industri IoT atau yang dikenal juga dengan sebutan M2M diprediksi memiliki masa depan yang cerah oleh berbagai pihak, tak terkecuali Asia Tenggara. Menurut International Data Corporation (IDC) tingkat adopsi IoT akan bertambah dari 3,1 milyar menjadi 8,6 milyar perangkat, sedangkan secara ekonomi nilai pasar IoT diprediksi akan meroket dari US$250 milyar ke US$583 milyar pada periode 2015-2020.

Acara IoT Indonesia

Telkomsel, XL, dan Indosat masing-masing mengutarakan peluang dan tantangan dalam mengembangkan pasar IoT Indonesia. Jaka Susanta selaku Vice President M2M Telkomsel mengutarakan, "Potensi IoT di Indonesia limitless, karena IoT mampu berperan di berbagai kegiatan sehari-hari masyarakat. Semenjak memulai aktifitas di rumah, IoT sudah bisa diterapkan di rumah yang berkonsep smarthome. Sedangkan saat Anda berkendara produk seperti T-drive (produk IoT terbaru Telkomsel) bisa membantu pengalaman berkendara penggunanya agar lebih aman dan efisien. Peluang interaksi pun akan semakin tinggi saat Anda berada di lingkungan kantor." Menurutnya sampai saat ini tercatat 1,8 juta kartu SIM telah terkoneksi dengan perangkat-perangkat IoT (smartphone dan tablet tidak termasuk).

Tepat di sebelah ruang konferensi utama, digelar juga eksibisi yang dipenuhi oleh para penyedia layanan pendukung IoT seperti Microsoft, Oracle, dan perusahaan terkemuka lainnya. Aplikasi pendukung inisiatif smart city buatan lokal, Qlue juga membuka booth dan memperkenalkan fitur-fitur yang akan memudahkan masyarakat dan pemerintah dalam pengembangan kota Jakarta.

Dengan adopsi IoT di tanah air hingga saat ini, saya merasa banyak potensi bagi industri IoT untuk terus berkembang, sejalan dengan peningkatan konektivitas jaringan internet di Indonesia.

Acara Asia IoT Business Platform 2015 di Jakarta resmi bergulir hari ini sampai tanggal 26 Agustus 2015, besok. Regulator dan para pemimpin industri Machine 2 Machine (M2M) masuk dalam jajaran pembicara yang akan berbagi pengalaman dan peta perjalanan IoT di Asia Tenggara dan Indonesia. Bambang Heru Tjahjono dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) selaku perwakilan dari pemerintah menjadi salah satu pembicara pembuka pada acara yang diadakan di Fairmont hotel ini.

Industri IoT atau yang dikenal juga dengan sebutan M2M diprediksi memiliki masa depan yang cerah oleh berbagai pihak, tak terkecuali Asia Tenggara. Menurut International Data Corporation (IDC) tingkat adopsi IoT akan bertambah dari 3,1 milyar menjadi 8,6 milyar perangkat, sedangkan secara ekonomi nilai pasar IoT diprediksi akan meroket dari US$250 milyar ke US$583 milyar pada periode 2015-2020.

Acara IoT Indonesia

Telkomsel, XL, dan Indosat masing-masing mengutarakan peluang dan tantangan dalam mengembangkan pasar IoT Indonesia. Jaka Susanta selaku Vice President M2M Telkomsel mengutarakan, "Potensi IoT di Indonesia limitless, karena IoT mampu berperan di berbagai kegiatan sehari-hari masyarakat. Semenjak memulai aktifitas di rumah, IoT sudah bisa diterapkan di rumah yang berkonsep smarthome. Sedangkan saat Anda berkendara produk seperti T-drive (produk IoT terbaru Telkomsel) bisa membantu pengalaman berkendara penggunanya agar lebih aman dan efisien. Peluang interaksi pun akan semakin tinggi saat Anda berada di lingkungan kantor." Menurutnya sampai saat ini tercatat 1,8 juta kartu SIM telah terkoneksi dengan perangkat-perangkat IoT (smartphone dan tablet tidak termasuk).

Tepat di sebelah ruang konferensi utama, digelar juga eksibisi yang dipenuhi oleh para penyedia layanan pendukung IoT seperti Microsoft, Oracle, dan perusahaan terkemuka lainnya. Aplikasi pendukung inisiatif smart city buatan lokal, Qlue juga membuka booth dan memperkenalkan fitur-fitur yang akan memudahkan masyarakat dan pemerintah dalam pengembangan kota Jakarta.

Dengan adopsi IoT di tanah air hingga saat ini, saya merasa banyak potensi bagi industri IoT untuk terus berkembang, sejalan dengan peningkatan konektivitas jaringan internet di Indonesia.

Leave A Comment
  • http://www.scoop.it/t/wearable-technology-indonesia/p/4050095968/2015/08/25/membongkar-potensi-bisnis-iot-indonesia-yang-bernilai-milyaran-wearinasia Membongkar Potensi Bisnis IoT Indonesia yang Be...

    […] Acara Asia IoT Business Platform 2015 di Jakarta resmi bergulir hari ini sampai tanggal 26 Agustus 2015, besok. Regulator dan para pemimpin industri Machine 2 Machine (M2M) masuk dalam jajaran pembicara yang akan berbagi pengalaman dan peta perjalanan IoT di Asia Tenggara dan Indonesia. Bambang ... read more http://wearinasia.com/media/membongkar-potensi-bisnis-iot-indonesia-yang-bernilai-milyaran/ #IoT, #ThePatriots  […]

Kemudahan Berbelanja

Freeshipping

Gratis ongkos kirim untuk nilai transaksi lebih dari Rp 500.000,00 - Berlaku untuk daerah Jabodetabek

Cicilan 0%

Kemudahan melakukan transaksi dengan cicilan 0% dari berbagai macam bank dan perusahan finansial lainnya

100K Voucher

Dapatkan potongan sejumlah Rp 100.000,00 untuk transaksi pertama, dengan daftar menjadi member kami.