Clearance Sale , up to 50% off SHOP NOW
THE JOURNAL

Komunitas Urban Explorer Hong Kong Barangkali Akan Menginspirasi Anda untuk Terlibat dalam Komunitas Serupa

Komunitas Urban Explorer Hong Kong Barangkali Akan Menginspirasi Anda untuk Terlibat dalam Komunitas Serupa

Mari menyapa kreator-kreator visual dan para pencerita ulung yang memiliki misi untuk mengungkap tempat-tempat terbengkalai di Hong Kong.

Bagi komunitas eksplorasi urban HK Urbex yang berpusat di Hong Kong, menyusuri bangunan-bangunan yang terbengkalai adalah pemahaman bahwa bangunan-bangunan tersebut berjalan beriringan dengan pusat-pusat perbelanjaan megah dan gedung-gedung pencakar langit Hong Kong.

"Terkadang kami adalah orang-orang terakhir yang menginjakkan kaki dalam suatu gedung sebelum gedung dihancurkan," ujar Pripyat, salah seorang kru HK Urbex, seperti dikutip dari tulisan Kate Springer tentang komunitas eksplorasi urban Hong Kong untuk BBC Travel. "Dan minggu depan sudah hilang."

 

Didirikan pada Januari 2013, HK Urbex mendefinisikan komunitas itu sebagai "motley crew of explorers and content creators". Dari situs komunitas, mereka terdiri atas enam anggota yakni Echo Delta, Ghost, Jenkins, Pripyat, T.O.A.D, dan Dragon Xing. Mereka semua menggunakan nama samaran alias tetap anonim supaya fokus karya komunitas tetap pada bangunan-bangunan dan bukan diri mereka sendiri. Kebanyakan berprofesi sebagai jurnalis, fotografer, serta videografer.

Misi mereka? Untuk memotret dan mengabadikan tempat-tempat yang telah 'ditinggalkan' di Hong Kong dan Asia. (Ya, mereka telah melebarkan sayap hingga Macao dan Chiang Mai.)

HK Urbex menerapkan tiga kode untuk eksplorasi yang bertanggung jawab: take nothing, leave nothing, kill nothing.

Komunitas ini juga menemukan barang-barang pribadi seperti foto-foto pribadi, kartu-kartu pos, pakaian, serta album-album foto. Nyatanya, mereka bukan sekadar menjajali gedung-gedung lama untuk senang-senang semata. Mereka punya misi khusus.

Menurut Pripyat, menelusuri bangunan-bangunan tersebut mirip detektif forensik. "Di tempat terakhir yang kami kunjungi, kami menemukan x-ray dari seorang pria yang memperlihatkan bayangan mengkhawatirkan di dadanya," tambah Pripyat. "Anda mencoba menghubungkan kehidupan-kehidupan ini."

Dari liputan Kate Springer, HK Urbex telah mengunjungi pelbagai situs. Mereka di antaranya berhasil menyelidiki pabrik-pabrik obat tua, rumah bersejarah era kolonial, barak militer zaman Inggris, penjara, stasiun metro, bioskop, serta pabrik cat.

Hingga Oktober 2016, mereka telah mempublikasikan daftar berisikan lebih dari 200 tempat yang disambangi.

Seperti kata Ghost, salah seorang anggota HK Urbex, ini soal mengabadikan tempat-tempat yang cepat lenyap di kotanya. "Ini bentuk kelestarian, sungguh."

Semoga komunitas sejenis dapat berkembang pesat di Jakarta.

*) Featured image by findingmidnight.com

Leave A Comment

    Kemudahan Berbelanja

    Freeshipping

    Gratis ongkos kirim untuk nilai transaksi lebih dari Rp 500.000,00 - Berlaku untuk daerah Jabodetabek

    Cicilan 0%

    Kemudahan melakukan transaksi dengan cicilan 0% dari berbagai macam bank dan perusahan finansial lainnya

    100K Voucher

    Dapatkan potongan sejumlah Rp 100.000,00 untuk transaksi pertama, dengan daftar menjadi member kami.