Inspirasi Destinasi Mountain Biking Dari Mega Dokumenter "Where The Trail Ends"

Red Bull (kepanjangannya Red Bull Media House) telah memproduksi Where The Trail Ends, satu film original lainnya yang tak kalah keren. Film dapat disaksikan di Netflix dan iTunes. Where The Trail Ends mengisahkan para pesepeda gunung terbaik dunia gaya bebas (melibatkan Darren Berrecloth, Andreu Lacondeguy, Cameron Zink, Kurtis Sorge, serta James Doerfling).

Lalu, apa yang mereka lakukan? Mereka berpetualang dengan misi sederhana: mencari medan yang belum dilalui untuk membentuk masa depan mountain freeriding.

Ternyata, tempat-tempat yang mereka sambangi juga dapat dikunjungi publik. Kabar baiknya, Wearinasians dapat mereplikasinya dengan sepeda gunung!

FRASER RIVER CANYON, KANADA

Salah seorang pebalap sepeda James Doerfling syuting di daerah Fraser River. Saksikanlah aksi James yang dibantu helikopter ke puncak lintasan berikut dengan parasut sempit dan berkelok-kelok. Tak lupa juga massive gap yang wajib dilakukan di akhir!

The Canadian Encyclopedia menyebutkan bahwa sungai ini adalah yang terpanjang di British Columbia (provinsi Kanada), dengan 1.375 kilometer panjangnya. Media theglobeandmail.com menuliskan bahwa Fraser River dikenal juga sebagai Salmon River dengan ikan salmon dan air yang selalu dibutuhkan warga sepanjang bantaran sungai. Sungai Fraser juga kerap mengundang para 'penggemar petualangan'.

GOBI DESERT, TIONGKOK UTARA DAN MONGOLIA SELATAN

Lonely Planet menjelaskan Gurun Gobi sebagai tempat yang suram, luas, keras, dan sunyi. Namun kekosongan dan isolasi itulah yang mengundang para petualang, termasuk para pebalap sepeda ini, kemari.

Adegan di balik layar ini memperlihatkan aksi Darren Berrecloth, Andreu Lacondeguy, Kurt Sorge, serta yang lainnya di Gobi Desert.

Tertarik 'bervakansi' ke Gobi?

UPPER MUSTANG REGION, NEPAL

Yang tak kalah menyenangkan adalah daerah Mustang di Nepal. CNN menjelaskan bahwa mengunjungi daerah Mustang rasanya sama seperti ke Shangri-La yang magis untuk banyak pelancong. Mustang telah menjadi bagian dari Nepal sejak abad ke-18, namun ciri khas budaya tradisional Tibet masih bertahan. Keren banget, bukan?

Darren Berrecloth memberanikan diri untuk melakukan gerakan 360 derajat. Bagi banyak orang, komitmen trik seperti ini menakutkan, ditambah lagi dengan panjangnya pendakian menuju medan. Sang veteran menunjukkan keahliannya dalam gerakan super lambat.

Bersepeda gunung di tempat biasa-biasa saja? Bukan lagi musimnya.

*) Featured image by Qantas Travel Insider

    Randy Mulyanto - May 29, 2017
    ← Previous Post Next Post →