Drone

  • Keindahan Alam Amerika Serikat Saat Musim Liburan yang Diabadikan Drone

    Suasana liburan Natal dan tahun baru 2017 semakin terasa kehangatan dan kemeriahannya tak ayal ini membuat kita semakin berandai-andai untuk menikmati liburan, tidak terkecuali, berlibur ke negeri Paman Sam. Namun harus diakui, anggaran untuk melancong ke negeri adidaya tersebut tidaklah begitu murah, tapi jangan biarkan mimpi untuk berkelana ke Amerika Serikat padam hanya karena dana yang mentok, tetap percaya dan buat rencana pengumpulan dana yang spesifik, niscaya keingangan Wearinasians akan tercapai. Untuk menambah semangat Wearinasians, berikut adalah rekaman video drone yang super cantik, akan alam negara bagian Colorado dan kota Stillwater di Oklahoma.

    1. COLORADO

    Tidak semua negara bagian di Amerika Serikat sesibuk kota New York, Oregon adalah salah satu negara bagian yang cenderung lebih adem-ayem dibandingkan area-area lain di AS. Video ini ditangkap oleh para pilot drone yang tergabung dalam Dronenerds.com.

    2. STILLWATER, OKLAHOMA

    Libur natal dan tahun baru di negeri Paman Sam, identik dengan salju dan danau-danau yang mulai membeku karena suhu yang semakin melorot. Pemandangan klasik ini bisa Wearinasians nikmati dengan berkunjung ke kota Stillwater, negara bagian Oklahoma.

    Stillwater, Still Snowing // DJI Mavic Pro 4K! from Whitespace Films, LLC on Vimeo.

    Sedang berpikir untuk mendalami aerial videography ? Baca ulasan lainnya mengenai "5 Tip Dalam Memilih Drone" atau "Panduan Menerbangkan Drone Bagi Pemula (Semua Merek)"

  • 5 Perlengkapan Travel Kekinian Di Bulan Desember 2016

    Menutup akhir tahun 2016, tentunya tidak menarik bila hanya disambut dengan jalan ke mal atau di "bersarang" di rumah saja. Mari arsipkan lebih banyak lagi memori-memori dengan melancong ke destinasi yang selama ini cuma hanya ada di dalam mimpi, namun pastikan salah satu dari 8 perlengkapan kekinian berikut ini sudah Wearinasians bawa:

    1_urban-explorer-nyc Source: Theplaidzebra.com

    1. JURNAL PERJALANAN

    Source: Esty.com Source: Esty.com

    Jaman memang sudah digital, tapi menulis secara analog tentunya akan lebih banyak mengaktifkan banyak jenis indera sehingga setiap detil perjalanan dapat terekam dengan baik. Dengan menulis, Wearinasians dituntun untuk lebih meresapi kondisi sekitar, sehingga siapa tahu ada jiwa penulis yang selama ini terpendam, mulai menampakkan keberadaannya.

    2. CASING SMARTPHONE SE-KERAS "TANK"

    Source: Windrocentral.com Source: Windrocentral.com

    Smartphone hendaknya menjadi alat pembantu Wearinasians selama bereksplorasi, bukannya menjadi "tuan" yang mewajibkan pemiliknya untuk selalu dijaga agar tidak rusak karena jatuh. Untuk menengahi kekhawatiran terkait, casing smartphone yang tahan banting boleh jadi investasi yang baik, agar petualangan Wearinasians terhenti karena iPhone mahal yang baru dicicil beberapa bulan lalu :)

    3. KAMERA AKSI ALIAS ACTION CAMERA

    cca289d2a4acd14c1cd9a84ffb41dd29_120 Source: Stoked.com

    Semahal-mahalnya smartphone Wearinasians pastinya tak akan berdaya saat harus mengarungi aktifitas seperti body-rafting di Pangandaran atau snorkling di Pulau Pahawang. Disinilah peran action camera bermain. Untuk urusan merek pastinya Wearinasians sudah banyak yang tahu, tetapi yang mungkin diperlukan inspirasi-inspira mengambil gambar menggunakan action camera. Berikut adalah beberapa video petualangan Jay Alvarez, yang bisa jadi referensi.

    4. HUMBLE BRAG #PERTEMENANSEHAT

    smartband

    Pastinya Wearinasians punya teman yang aktif berolahraga dan kerap mendokumentasikannya di Path atau Instagram. Dengan motif yang sama, namun pada tingkatan yang lebih canggih, Wearinasians, bisa membagikan screenshot hasil rekaman berupa jumlah kalori dan langkah yang telah terekam perangkat wearables atau smartband. Dan jangan lupa mencantumkan tagar #PertemananSehat di caption posting-an Anda :)

    5. DRONE LIPAT

    Source: TheVerge.com Source: TheVerge.com

    Jaman cepat berubah, drone yang identik dengan perangkat besar dan dioperasikan dengan remot kontrol yang kompleks, menjadi semakin ringkas, saking mungilnya produsen drone DJI menciptakan drone lipat yang hampir dapat dimasukkan ke dalam kantong celana (DJI Mavic Pro). Drone lipat ini, juga semakin memanjakan pengguna newbie dengan beragam sensor pengaman yang memperkecil kemungkinan kecelakaan saat terbang. Jadi bila punya kocek berlebih, drone lipat mungkin bisa jadi pilihan.

  • 5 Tip Dalam Memilih Drone

    Semarak memiliki drone sedang melanda dunia, tak terkecuali Indonesia. Beragam merek banyak berseliweran di dunia maya atau toko-toko elektronik, namun layaknya membeli mobil, tentunya Wearinasians ingin mengkaji dulu beberapa hal sebelum menjatuhkan pilihan, mengingat setiap merek merepresentasikan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Oleh karena itu, berikut adalah hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih drone, berdasarkan hasil pengamatan kami selama mendistribusikan beragam merek drone.

    1. SEMAKIN MURAH DRONE SEMAKIN MUDAH DITERBANGKAN?

    Dilansir dari MyFirstDrone.com, tingkat kesulitan mengendalikan drone atau quadcopter (drone dengan jumlah empat baling-baling) sangatlah tinggi, namun berkat kemajuan teknologi sensor dan komputer yang menjadi flying controller dari sebuah drone, navigasi menjadi sangat mudah, bahkan untuk pilot drone dengan jam terbang yang masih sangat baru sekalipun. Oleh karena itu semakin tinggi harga drone, tingkat kemudahan dalam menerbangkannya juga cenderung meningkat. Hal ini dikarenakan produsen drone harus menanamkan berbagai kamera dan sensor agar drone dapat dioperasikan semulus dan semudah mungkin. Berikut kurva temuan MyFirstDrone yang menggambarkan korelasi kemudahan terbang drone dengan harga drone tersebut.

    kemudahan

    Seri DJI Phantom, Inspire, Yuneec Typhoon, dan 3DR Solo adalah seri drone yang membuktikan temuan di atas (harga yang semakin tinggi berkorelasi dengan kemudahan terbang).

    drone murah Toy Drone, drone tanpa bantuan sensor canggih

    2. TIDAK SEMUA DRONE SIAP UNTUK TERBANG

    Ada beberapa singkatan dalam industri drone yang patut Wearinasians pahami, yakni:

    • Ready-To-Fly (RTF), merupakan drone dengan kategori yang siap terbang dan lengkap, tepat setelah wahana tersebut keluar dari boks/kemasan. Sehingga TIDAK ada proses merakit-merakit di produk kategori ini, yang Wearinasians perlukan hanyalah mengisi daya baterai, mengkalibrasi, dan mempersiapkan smartphone atau tablet sebagai layar pengoperasian drone. Contoh drone RTF: Seri DJI Phantom, Inspire, Yuneec Typhoon, 3DR Solo, Xiro Explorer tipe V.
    • Bind-To-Fly  (BTF), drone dengan kategori ini, tidak datang langsung dengan remote kontrol bawaan, oleh karena itu Wearinasians harus mempersiapkan transmiter yang kompatibel, tak hanya dari kesamaan sinyal tapi juga kemampuan transmiter untuk "berkomunikasi" dengan drone sesuai protokol yang ditentukan produsen. Contoh: drone-drone balap alias FPV.
    • Almost-Ready-To-Fly (ARF), pengertian drone kategori ini sangatlah luas, oleh karena itu pastikan Wearianasians membaca secara teliti, perangkat apa saja yang tergabung dalam paket drone tersebut. Umumnya, drobe berlabel ARF tidak dibarengi transmiter, receiver, bahkan TIDAK memiliki baterai atau kamera. Contoh drone ARF: DJI Spreading Wings S1000
    s-1000 Spreading Wings S1000 salah satu drone yang datang tanpa kamera dan kelengkapan lainnya

    3. MEMBELI DRONE ADALAH INVESTASI PANJANG

    swarm-of-drones-on-the-factory-lane

    Bila Wearinasians berekspektasi untuk membeli drone dibawah harga lima juta rupiah, maka paragraf ini bukanlah untuk Anda, karena drone dengan perangkat lunak dan performa yang layak pakai (layak = memiliki kestabilan dan kejernihan gambar yang mumpuni) saat ini, dibanderol diatas lima juta rupiah.

    Sebelum menentukan pilihan, pastikan merek drone yang akan dipilih memiliki aplikasi yang user friendly dan "rajin" melakukan pembaruan firmware. Karena drone era modern sangat bergantung pada kecerdasan perangkat lunak. Ketahui sejak awal, utilitas yang paling Wearinasians perlukan saat mengoperasikan drone, misalnya Wearinasians ingin menghasilkan video dengan beragam bantuan sudut pandang lensa yang berbeda, memilih salah satu dari seri DJI Phantom tentunya bukan pilihan yang paling tepat, mengingat seri DJI Phantom adalah drone dengan kamera yang telah terintegrasi atau fix, berbeda dengan DJI Inspire 1 yang memiliki landasan gimbal yang mampu mengamodir beberapa lensa alternatif, yang tentunya dalam ilustrasi ini, lebih sesuai dengan tujuan.

    4. MEMPERHATIKAN TEMPAT PEMBELIAN

    Drone mulai semakin mudah ditemukan di beberapa gerai di mall atau via toko online. Metode pembelian baik online atau offline pasti memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, namun hal yang terpenting yang perlu diperhatikan adalah hal berikut:

    • Keabsahan produk: Membeli produk black market atau hand carry tentunya sangat menggiurkan dari segi harga, namun satu hal yang perlu pertimbangkan ialah absennya layanan purna-jual dan hak Wearinasians untuk melakukan klaim bila terjadi cacat produksi pada produk terkait.
    • Service Center: Sampai saat ini, di Indonesia belum ada representatif langsung dari pemegang merek drone yang membuka gerai layanan servis. Oleh karena itu, tempat atau toko yang menjadi penjual drone Wearinasians, akan sangat menentukan pengalaman purna jual yang akan dialami.

    5. SERTIFIKASI DRONE?

    Sertifikasi merupakan salah satu hal yang kerap dipertanyakan konsumen atau calon konsumen kami di Wearinasia.com. Berdasarkan informasi terkini, belum ada kebijakan dari badan pemerintah yang mewajibkan individu atau pilot drone untuk meregistrasi atau mengambil pelatihan bersertifikasi. Saat ini beberapa sertifikasi yang berseliweran di Indonesia, sifatnya tidak mandatori atau diwajibkan lembaga pemerintah manapun, namun cukup baik untuk Wearinasians coba untuk sekedar mengukur kepiawaiaan dalam menerbangkan drone. Jadi keputusan untuk mengambil sertifikasi atau tidak, diserahkan sepenuhnya pada pemilik drone (setidaknya sampai saat artikel ini ditulis).

    Perlu bantuan lebih lanjut dalam menentukan drone pilihan Wearinasians? Silahkan hubungi Customer Service Wearinasia di: 021-54200-599, (WA) 0815-8660-2152.

  • Masa Depan Foto Selfie adalah Dengan Drone, Bukan Tongsis

    Buat Anda yang suka berpose sambil memakai tongkat narsis atau tongsis, sepertinya masa-masa itu akan segera terlewat. Sebab, Anda tidak lagi membutuhkannya. Yang Anda akan butuhkan adalah sebuah drone yang siap memotret Anda dari berbagai posisi.

    Salah satu drone yang tepat untuk mengakomodir kebutuhan ini adalah Hover Camera Passport. Diproduksi oleh sebuah perusahaan bernama Zero Zero Robotics, drone ini bahkan dijuluki "flying camera" karena kegunaannya ini.

    Hover Camera Passport bisa dikendalikan dengan menggunakan companion apps yang bisa diinstal di smartphone berbasis iOS dan Android. Drone ini bisa terbang sampai setinggi 16 kaki dengan kecepatan sampai 17 mil per jam. Kameranya memiliki resolusi sebesar 13 megapixel. Resolusi ini juga sudah mendukung perekaman video kualitas 4K dengan cukup bagus. Selain itu, kamera Hover Camera Passpot juga sudah dilengkapi dengan teknologi face recognition yang cukup akurat. Sayangnya, masih ada masalah yang harus dihadapi saat mendeteksi berbagai wajah dalam satu kali jepretan.

    Satu poin lebih patut diberikan dari segi desain. Hover Camera Passport hadir dengan desain yang kokoh tapi bisa bisa dilipat. Hal ini membuat drone ini terlihat lebih compact. Untuk harganya, drone ini akan dihargai sekitar $599.

  • Kumpulan Foto Unboxing Xiaomi Mi Drone

    Penasaran seperti apa bentuk Xiaomi Mi Drone? Berikut kami lampirkan sneak peak Xiaomi Mi Drone. Enjoy! Dapatkan segera Xiaomi Mi Drone di Wearinasia. Silahkan klik link berikut:

    Xiaomi Mi Drone 4K Version

    Xiaomi Mi Drone 1080p Version

    foto-xiaomi-mi-drone-jakarta-indonesia-unboxing-isi-paket-wearinasia

    foto-xiaomi-mi-drone-jakarta-indonesia-unboxing-isi-paket-wearinasia

    foto-xiaomi-mi-drone-jakarta-indonesia-unboxing-isi-paket-wearinasia

    foto-xiaomi-mi-drone-jakarta-indonesia-unboxing-isi-paket-wearinasia

    foto-xiaomi-mi-drone-jakarta-indonesia-unboxing-isi-paket-wearinasia

    foto-xiaomi-mi-drone-jakarta-indonesia-unboxing-isi-paket-wearinasia

    foto-xiaomi-mi-drone-jakarta-indonesia-unboxing-isi-paket-wearinasia

    foto-xiaomi-mi-drone-jakarta-indonesia-unboxing-isi-paket-wearinasia

    foto-xiaomi-mi-drone-jakarta-indonesia-unboxing-isi-paket-wearinasia

    foto-xiaomi-mi-drone-jakarta-indonesia-unboxing-isi-paket-wearinasia

    foto-xiaomi-mi-drone-jakarta-indonesia-unboxing-isi-paket-wearinasia

    foto-xiaomi-mi-drone-jakarta-indonesia-unboxing-isi-paket-wearinasia

    foto-xiaomi-mi-drone-jakarta-indonesia-unboxing-isi-paket-wearinasia

    foto-xiaomi-mi-drone-jakarta-indonesia-unboxing-isi-paket-wearinasia

     

    foto-xiaomi-mi-drone-jakarta-indonesia-unboxing-isi-paket-wearinasia

    foto-xiaomi-mi-drone-jakarta-indonesia-unboxing-isi-paket-wearinasia

    foto-xiaomi-mi-drone-jakarta-indonesia-unboxing-isi-paket-wearinasia

     

    Begitulah penampakan unboxing Xiaomi Mi Drone. Xiaomi Mi Drone akan segera dipasarkan di Indonesia Pada bulan Agustus 2016 Di Indonesia. Dan Kami Wearinasia akan segera melakukan penjualan Xiaomi Mi Drone pada situs kami. Segera taruh Email Anda pada Link diatas untuk segera mengetahui kedatangan Xiaomi Mi Drone!

  • Tidak Mau Ketinggalan Momen, Xiaomi Juga Luncurkan Mi Drone

    Dengan semakin tingginya permintaan akan drone, Xiaomi rupanya tergiur untuk masuk ke pasar ini. Hal itu diwujudkan dalam bentuk peluncuran Drone pertama mereka pada tanggal 26 Mei kemarin. Menurut sumber dari Xiaomi, drone yang akan dijuluki Mi Drone ini diluncurkan dalam 2 model, model 1080p atau 4K.

    Di tanggal tersebut, Lei Jun selaku founder Xiaomi juga memperlihatkan hasil tangkapan Mi Drone ini secara live streaming. Drone berbobot 140 grams ini juga memiliki 3-axis stabilization gimbal serta auto-pilot dan an auto-homing syste. Dengan teknologi ini Mi Drone dapat kembali ke penggunanya semudah menekan tombol kontroler.

    Secara spesifikasi, Mi Drone juga terbilang mumpuni. Model 1080p-nya dilengkapi dengan 16-megapixel Sony backside CMOS dan lensa 104-degree wide angle. Sedangkan untuk model 4K, Mi Drone menggunakan 12-megapixel 4K camera yang memungkinkan Anda merekam video beresolusi 3840x2160 pixel. Kerennya lagi, drone pertama Xiaomi ini dibanderol seharga $380 USD, jauh lebih murah daripada DJI Phantom 3 yang berharga $800 USD. Sayangnya, produk drone dari Xiaomi ini belum akan dijual ke publik dalam waktu dekat. Beta testing-nya sendiri baru akan dilakukan pada Juli tahun ini.

  • Tidak Perlu Mahal, Drone dari WowWee Cuma "Dihargai" $79

    Harga seringkali menunjukkan kualitas. Hal itu berlaku juga untuk pasar teknologi seperti drone. Kalau biasanya sebuah drone rata-rata berharga ratusan dollar, maka sebuah drone yang diberi nama Lumi ini mungkin akan mendefinisikan ulang harga sebuah drone.

    Dibuat oleh sebuah perusahaan teknologi asal Kanada, WowWee, Lumi drone ini akan dihargai $79 saja atau sekitar 1 jutaan saja. Walaupun berharga murah, tapi drone kecil ini memiliki 4 buah sensor yang tertanama di badannya. Dengan begitu, drone ini dapat melakukan manuver-manuver layaknya drone berharga lebih mahal.

    Lumi juga hadir dengan aplikasi bernama Beat yang bisa menyesuaikan gerakan dronenya dengan irama lagu yang diputar di smartphone. Hal ini juga menunjukkan bahwa Lumi sanggup melakukan beberapa gerakan "drone stunt". Satu-satunya kekurangan adalah Lumi tidak mempunyai kamera terintegrasi sehingga drone ini tidak bisa dipakai untuk memotret atau merekam gambar. Kekurangan lain adalah projek Lumi ini masih dalam tahap penggalangan dana di website Indiegogo sehingga masih perlu waktu cukup lama untuk melihat perangkat drone mungil ini ada di pasaran.

  • 11 Destinasi Anyar Untuk Menerbangkan Drone

    Bila pasangan Anda mempertanyakan apa manfaat dari membeli sebuah drone bernilai jutaan rupiah, perlihatkan rekaman-rekaman drone berikut ini, semoga bisa membuatnya terkesima dan memberikan lampu hijau kepada Anda untuk membelu drone impian Anda.

    1. Sydney, Opera House

    Drone yang digunakan: DJI Inspire 1

    2. New York City

    Drone yang digunakan: DJI Phantom dengan GoPro

    3. Chicago, Illinois

    4. San Fransisco, California

    5. London

    6. Florence

    7. Dubai, UAE

    8. Budapest, Hungary

    9. Rome, Italy

    10. Venice, Italy

    11. Venice, Italy

  • Di Dubai Drone Dipakai Untuk Memonitor Kebersihan Kota

    Dubai sudah sejak lama dikenal sebagai tujuan destinasi bagi orang-orang kaya. Oleh sebab itu, wajar jika pemerintah disana menerapkan standar yang ketat tentang kebersihan. Namun, dengan banyaknya penduduk asli plus para wisatawan yang berkunjung, hukum ini tentu sulit untuk ditegakkan.

    Untuk membantu pekerjaan polisi disana untuk menangani masalah kebersihan, Dubai Municipality Waste Management Department berencana untuk menggunakan armada drone untuk memantau orang-orang yang melanggar aturan kebersihan, seperti membuang sampah sembarangan misalnya.

    Sampai saat ini, jumlah drone yang digunakan memang masih terbatas. Namun, jumlah ini akan terus bertambah. Drone-drone ini akan memonitor situs pembuangan limbah dan sampah, pantai dan situs kamp padang pasir dari para pelanggar hukum sanitasi.

    Namun, ini bukan berarti Dubai adalah kota untuk penggemar drone. Bahkan, aturan untuk penggunaan drone secara individu dilarang malam hari, dekat gedung-gedung, orang atau dekat bandara. Aturan ini juga mungkin bisa diterapkan di Jakarta atau kota-kota lain di Indonesia. Siapa tau Drone-drone ini dapat menangkap orang-orang yang merusak fasillitas publik yang seringkali rusak seminggu setelah dibangun.

     

  • DJI Gencar Adopsi Resep Bisnis Apple

    Dalam tempo kurang lebih 12 bulan industri drone untuk konsumen sudah penuh sesak dengan beragam merek. Tak ingin terperangkap pola bisnis perang harga dan menjajakan drone layaknya sebuah komoditas, SZ DJI Technology Co alias DJI menelurkan produk terbarunya pada Maret 2016 lalu. Ini adalah manuver terbaik bagi DJI, mengingat persaingan harga jual sudah semakin tidak ideal.

    dji phantom 3 pro, 3dr robotics 3dr, yuneec typhoon

    Menurut Forbes.com, hadirnya DJI Phantom 4 merupakan penegasan DJI sebagai merek premium, kurang lebih pola bisnisnya mirip dengan cara bisnis Apple yang kerap kali meluncurkan produk baru dalam jeda yang cukup singkat, sehingga keluaran terdahulunya nampak usang. Cetak biru bisnis Apple makin diamalkan oleh DJI dengan peresmian toko fisiknya di Seoul, Korea Selatan dan Tiongkok, Shenzen dan kerjasama antar kedua perusahaan teknologi tersebut semakin akrab, terbukti dari pre-order DJI Phantom 4 hanya bisa dilakukan di situs resmi Apple dan produk-produk DJI juga sudah bisa ditemukan di Apple Store cabang Amerika Serikat.

    dji care

    Selain dari segi distribusi, dalam hal riset dan pengembangan (R&D) DJI juga sama seriusnya dengan Apple. Sampai saat ini ada 1,500 karyawan DJI yang hanya berfokus pada R&D saja. Semua ini dilakukan agar perusahaan kelahiran tahun 2013 ini dapat mengungguli para kompetitornya dari segi fitur dan perangkat lunak, bukan harga. Untuk memastikan misi ini berjalan dengan mulus DJI membuka kantor di Palo Alto berisikan 75 karyawan R&D yang mana banyak diantaranya jebolan Apple dan Tesla. Jadi saat ini DJI memiliki proses manufaktur yang unggul di Shenzen dan kecanggihan perangkat lunak dari pusat teknologi dunia, yakni Silicon Valley.

    APPLECARE

    Dalam hal layanan konsumen, DJI juga "terinspirasi" Apple untuk menawarkan DJI Care, sebuah garansi drone dalam tempo satu tahun atau sederhananya Apple Care untuk drone. Seluruh gerak-gerik ini mendapat komentar dari CEO Yuneec cabang Amerika Serikat, Shan Phillips yang menyebut DJI masih menjadi primadona hanya di tengah kaum penghobi saja dan belum menjadi main stream layaknya kamera aksi, Go-Pro, tetapi rasanya Frank Wang selaku CEO akan mengacuhkan komentar ini mengingat kiblat DJI mengarah ke Apple bukannya Go-Pro.

1-10 of 38