Get your travel essential, disc up to 50% off : SHOP NOW
THE JOURNAL

DJ Teezy: Fixed on the Vision, Flexible on the Journey

DJ Teezy: Fixed on the Vision, Flexible on the Journey
  • SHARE
THE JOURNAL

DJ Teezy: Fixed on the Vision, Flexible on the Journey

  • SHARE

Words by : DJ Teezy | Words by : Yonatan | April 20, 2018

Bagaimana DJ Teezy menjalani beragam peran di dalam karir bermusiknya yang mengharuskan dia bolak-balik dari ruang kelas ke ruang studio di kesehariannya.

Rap merupakan awal romansa gua dengan dunia musik dimulai, lirik lagu dari Eminem, 50 Cent, Wu-Tang Clan, dan lainnya sudah biasa menjadi “makanan” sehari-hari semenjak berseragam putih biru. Olok-olok ala anak remaja tidak membuat nyali gua ciut untuk maju ke panggung (setiap kali diminta atau bahkan tidak diminta sekalipun :)) dan mengikuti lirik mendiang Chester Bennington, Linkin Park dengan lagu “Numb” yang sangat populer kala itu.

Terus memahami musik dengan membuat orang lain paham

Entah apa gerangan yang membuat gua terus setia dengan dunia musik, yang pada puncaknya mengantarkan pada pilihan untuk memilih drop out atau secara penuh mengejar mimpi sebagai rapper, sebuah pilihan yang berat mengingat rapper bukanlah profesi bertabur rupiah di negara tercinta ini. Oleh karena itu perlu kreatifitas untuk menunjang mimpi ini, mulai dari menjual sample beat secara online sampai produksi musik lewat jalur indie sudah wajib dilakukan.

Software bisa terus berganti tetapi kreatifitas tetap jadi inti

Walau dengan segenap cara dan kreatifitas sudah dilakukan, nampaknya aktifitas bermusik di jalur Hip Hop masih jalan di tempat, tak ayal setiap ada kesempatan untuk berkarya di genre lain pun diambil, sampai mengantarkan gua pada dunia DJ. Dan dari titik inilah gua Teddy berevolusi jadi Teezy, DJ sekaligus produser musik di kala malam dan seorang guru di kala matahari terang.

MENGAJAR: PASSION YANG BARU TERUNGKAP

Terima kasih terhadap dunia DJ, gua dapat berkarir secara profesional di dunia hiburan sekaligus menjadi seorang guru di sebuah sekolah musik elektronik di Jakarta, walau terkadang agak sulit rasanya untuk mengimbangi jam kerja seorang DJ dan seorang guru dalam waktu yang hampir bersamaan.

Hal paling dasar dalam DJ adalah peletakan tangan di atas piringan hitam

Teknik scratch merupakan paduan gerakan tangan kiri dan kanan di atas piringan dan crossfader

Di pagi hari gua harus bergegas ke sekolah untuk menyampaikan materi kepada murid-murid, yang kadang antusiasmenya membantu gua untuk tetap fokus mencintai dunia musik terlepas dari keadaan menantang seperti apapun. Hal yang paling sering gua sampaikan kepada mereka (murid) adalah semangat kolaborasi, karena istilah two is better one tak hanya berlaku untuk para pencari jodoh tetapi juga bagi para seniman musik.

Bermusik bukan perkara otak kiri atau otak kanan saja, namun kemauan untuk belajar dan terus mengasah merupakan hal yang esensial, sehingga gua terus menekankan teknis-teknis fundamental bermusik di setiap kelasnya.

Essensials yang selalu menemani

Mengajar bukanlah perkara mudah bagi gua, apalagi mengajar musik, karena setiap pemusik pasti memiliki ego yang mana membuatnya unik sekaligus terkadang sulit untuk dipahami. Walau demikian setidaknya gua tahu ada kontribusi yang disumbangkan, demi kemajuan musik lokal yang sedang gua kerjakan.

Untuk melihat sisi lain dari keseharian saya sebagai musik produser/DJ silahkan cek halaman https://www.morebymorello.com/blogs/news untuk kelanjutan cerita ini.

  • SHARE ON
Leave A Comment

    Kemudahan Berbelanja

    Freeshipping

    Gratis ongkos kirim untuk nilai transaksi lebih dari Rp 500.000,00 - Berlaku untuk daerah Jabodetabek

    Cicilan 0%

    Kemudahan melakukan transaksi dengan cicilan 0% dari berbagai macam bank dan perusahan finansial lainnya

    100K Voucher

    Dapatkan potongan sejumlah Rp 100.000,00 untuk transaksi pertama, dengan daftar menjadi member kami.