Clearance Sale , up to 50% off SHOP NOW
THE JOURNAL

Bukan Cuma Kondisi Fisik, Mampukah Wearable Device Masa Depan Mendeteksi Emosi Pengguna?

Bukan Cuma Kondisi Fisik, Mampukah Wearable Device Masa Depan Mendeteksi Emosi Pengguna?
  • SHARE
THE JOURNAL

Bukan Cuma Kondisi Fisik, Mampukah Wearable Device Masa Depan Mendeteksi Emosi Pengguna?

  • SHARE

Words & Photo by : | January 21, 2017

Salah saat ini, satu-satunya alasan paling kuat untuk memiliki wearable device adalah kemampuannya untuk mendeteksi fisik penggunanya. Makanya, fitur untuk mengukur jumlah kalori yang terbakar, detak jantung, tekanan darah ataupun jumlah langkah kaki adalah fitur yang selalu ada di setiap wearable device yang dirilis dipasaran. Tapi, apalah artinya badan yang kuat kalau jiwa kita tidaklah sebaik badan kita. Maka dari itu, bisakah di masa depan wearable device mempunyai kemampuan untuk mendeteksi tingkat emosi penggunanya? Tentu saja iya, dan teknologinya pun sudah tersedia saat ini.

Saat ini, beberapa perusahaan teknologi memang telah mengembangkan beberapa metode khusus untuk membuat ide tersebut menjadi kenyataan. Beberapa diantaranya berhasil diwujudkan dalam bentuk sebuah produk wearable yang siap pakai. Berikut beberapa diantaranya.

1. Zenta

Saat ini, smartwatch Zenta dari Vinaya adalah pemimpin pasar dalam hal wearable device yang bisa mendeteksi emosi Anda. Smartwatch canggih ini mampu mendeteksi keadaan fisik seperti detak jantung atau kelembaban kulit, lalu mengubungkannya dengan prakiraan cuaca dan aktivitas di sosial media. Semua itu akan diproses setiap harinya untuk mendapatkan kondisi terkini tentang kondisi mental dan psikologi Anda.

2. Moodmetric Rings

Berbeda dengan metode diatas, Moometric yang dibuat oleh perusahaan Moodmeasure menggunakan pendekatan GSR (galvanic skin response) dalam mendeteksi level emosional Anda. GSR sendiri adalah sebuah metode dimana wearable device mempertimbangkan tingkat kondektivitas kulit dan keringat yang keluar dari tubuh. Cincin ini lalu akan menganalisanya dan menghubungkannya dengan tingkat emosi pengguna.

3. Sence

Kalau Moodmetric Rings mengambil informasi dari kulit, Sence justru mengambil data dari detak jantung dan mennghubungkannya dengan emosi dan tingkat stress Anda. Selebihnya, penggunaannya persis seperti wrist-band pada umumnya.

Iya. Memang tidak banyak wearable device dengan kemampuan seperti ini dipasaran. Namun, dengan perkembangan teknologi secepat ini, bisa dipastikan kalau teknologi seperti ini akan segera menjadi mainstream dalam waktu dekat.

Salah saat ini, satu-satunya alasan paling kuat untuk memiliki wearable device adalah kemampuannya untuk mendeteksi fisik penggunanya. Makanya, fitur untuk mengukur jumlah kalori yang terbakar, detak jantung, tekanan darah ataupun jumlah langkah kaki adalah fitur yang selalu ada di setiap wearable device yang dirilis dipasaran. Tapi, apalah artinya badan yang kuat kalau jiwa kita tidaklah sebaik badan kita. Maka dari itu, bisakah di masa depan wearable device mempunyai kemampuan untuk mendeteksi tingkat emosi penggunanya? Tentu saja iya, dan teknologinya pun sudah tersedia saat ini.

Saat ini, beberapa perusahaan teknologi memang telah mengembangkan beberapa metode khusus untuk membuat ide tersebut menjadi kenyataan. Beberapa diantaranya berhasil diwujudkan dalam bentuk sebuah produk wearable yang siap pakai. Berikut beberapa diantaranya.

1. Zenta

Saat ini, smartwatch Zenta dari Vinaya adalah pemimpin pasar dalam hal wearable device yang bisa mendeteksi emosi Anda. Smartwatch canggih ini mampu mendeteksi keadaan fisik seperti detak jantung atau kelembaban kulit, lalu mengubungkannya dengan prakiraan cuaca dan aktivitas di sosial media. Semua itu akan diproses setiap harinya untuk mendapatkan kondisi terkini tentang kondisi mental dan psikologi Anda.

2. Moodmetric Rings

Berbeda dengan metode diatas, Moometric yang dibuat oleh perusahaan Moodmeasure menggunakan pendekatan GSR (galvanic skin response) dalam mendeteksi level emosional Anda. GSR sendiri adalah sebuah metode dimana wearable device mempertimbangkan tingkat kondektivitas kulit dan keringat yang keluar dari tubuh. Cincin ini lalu akan menganalisanya dan menghubungkannya dengan tingkat emosi pengguna.

3. Sence

Kalau Moodmetric Rings mengambil informasi dari kulit, Sence justru mengambil data dari detak jantung dan mennghubungkannya dengan emosi dan tingkat stress Anda. Selebihnya, penggunaannya persis seperti wrist-band pada umumnya.

Iya. Memang tidak banyak wearable device dengan kemampuan seperti ini dipasaran. Namun, dengan perkembangan teknologi secepat ini, bisa dipastikan kalau teknologi seperti ini akan segera menjadi mainstream dalam waktu dekat.

  • SHARE ON
Leave A Comment

    Kemudahan Berbelanja

    Freeshipping

    Gratis ongkos kirim untuk nilai transaksi lebih dari Rp 500.000,00 - Berlaku untuk daerah Jabodetabek

    Cicilan 0%

    Kemudahan melakukan transaksi dengan cicilan 0% dari berbagai macam bank dan perusahan finansial lainnya

    100K Voucher

    Dapatkan potongan sejumlah Rp 100.000,00 untuk transaksi pertama, dengan daftar menjadi member kami.