Clearance Sale , up to 50% off SHOP NOW
THE JOURNAL

Bali dari Kacamata Petualang/Fashionpreneur Agusleo Halim

Bali dari Kacamata Petualang/Fashionpreneur Agusleo Halim

Kali ini, Wearinasia berkesempatan untuk mengobrol bersama Agusleo Halim, seorang travel content creator sekaligus fashionpreneur yang berasal dari Jakarta—mulai dari pengalaman, harapan, hingga sederet tips untuk menjadi seorang kreator konten yang baik.

Dewasa ini, menjadi seorang content creator dan entrepreneur merupakan impian banyak orang. Dengan gaya hidup modern dan jam kerja yang cenderung fleksibel, kedua jenis pekerjaan ini pun tak ayal banyak digandrungi oleh para generasi milenial.

 

Kali ini, Wearinasia berkesempatan untuk mengobrol bersama Agusleo Halim, seorang travel content creator sekaligus fashionpreneur yang berasal dari Jakarta. Mulai dari pengalaman selama bekerja, harapan di tahun 2018, hingga sederet tips untuk menjadi seorang kreator konten yang baik, semuanya kami bahas tuntas.

 

Penasaran? Yuk, simak wawancara kami bersama Agus berikut!

 

Dengar-dengar, Agus adalah seorang fashionpreneur sekaligus travel content creator. Kok bisa, yang mulanya menjajal bisnis di bidang fashion mendadak menjadi seorang content creator?

 

Saya mengelola sebuah pabrik garmen, sehingga keseharian saya biasanya dihabiskan untuk pulang-pergi dua jam dari Jakarta ke Tangerang (kecuali hari Minggu). Di samping itu, saya juga menciptakan roepi (www.roepistore.com), sebuah merek clothing yang terbentuk akibat kurangnya kesadaran masyarakat Indonesia terhadap produk-produk lokal. Konsep merek ini cukup sederhana: "bangga akan produk Indonesia".

 

Konsep yang sama merupakan alasan mengapa saya memiliki hobi traveling mengelilingi Nusantara. Melalui konten yang saya buat, saya ingin memberikan perspektif berbeda mengenai makna "terbuat dari Indonesia". Frase tersebut tak selalu berkaitan dengan produk-produk yang beredar di pasaran—apa yang kita miliki, tempat di mana kita hidup dan berpijak, semuanya terbuat dari Indonesia.

 


 

Bagaimana cara Agus menyeimbangkan kesibukan di antara kedua role tersebut?

 

Saya bekerja dari pukul 7 pagi hingga 5 sore di pabrik garmen, dan pukul 7 malam hingga 2 pagi untuk mengerjakan konten dan mengelola roepi.

 

Saat traveling sambil mengabadikan momen, pernahkah Agus menghadapi kesulitan yang membekas sampai sekarang?

 

Saya pernah menerbangkan drone dari atas kapal yang sedang bergerak. Itu, mungkin, adalah hal terbodoh yang pernah saya lakukan. Pengalaman tersebut mengingatkan saya untuk terus meneguhkan diri sebelum mengambil suatu keputusan.

 

Apakah Agus memiliki pakem khusus yang selalu dipergunakan saat menciptakan sebuah konten?

 

Pasar sangat menentukan pendekatan saya kala bekerja, yang pada akhirnya menentukan seberapa banyak konten yang perlu saya hasilkan.

 

Sebagai content creator, Anda harus memutuskan apakah Anda seorang seniman atau businessman, sebab keduanya memiliki pendekatan yang berbeda terhadap bagaimana konten harus diciptakan. Jika seniman pada umumnya menekankan nilai-nilai artistik dalam setiap konten, maka seorang businessman harus lebih berfokus pada banyaknya jumlah konten yang dikerjakan.

 

Image by Agusleo Halim

 

Menurut Agus, apa saja kunci kesuksesan dari perkembangan kanal YouTube dan akun Instagram Agus?

 

Saya pribadi memiliki prinsip bahwa untuk menjadi seorang content creator yang baik, Anda harus menciptakan setidaknya 10.000 konten. Untuk sementara ini, saya memang baru mengedit 1.327 gambar. Lagi-lagi, banyaknya konten yang diciptakan sangat berpengaruh.

 

Selain itu, penggunaan hashtag juga sangat berperan penting untuk menentukan sukses atau tidaknya suatu konten. Saya memiliki banyak rekan yang telah menciptakan konten-konten mengagumkan, namun enggan menggunakan hashtag akibat gengsi. Padahal, bagi saya, hashtag merupakan sebuah pusat distribusi yang sangat efektif untuk memperkenalkan berbagai jenis konten pada khalayak umum.

 

 

Saat mengerjakan konten, apakah Agus lebih nyaman traveling seorang diri atau bersama partner?

 

Keduanya sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangannya tersendiri. Apabila sendirian, maka saya bertanggungjawab sepenuhnya akan konten yang saya kerjakan. Namun, jika ada orang lain yang terlibat, maka tanggung jawab kala mengerjakan konten pun ikut dibagi rata.

 

Dari banyaknya tempat di Indonesia yang pernah Agus sambangi, manakah yang paling berkesan?

 

Menurut saya, Bali merupakan salah satu pulau paling fotogenik di Indonesia—meski memang, saya belum berkesempatan untuk pergi ke tujuan-tujuan wisata seperti Raja Ampat, Labuan Bajo, maupun Kepulauan Kei. Setiap destinasi di Bali memiliki nuansa dan atmosfer tersendiri yang unik dan khas. Tak cuma itu, pemandangan kala matahari terbit dan tenggelam di sana pun selalu tampak mengagumkan. Bagi para pemula yang baru menjajal dunia fotografi maupun videografi, saya sangat merekomendasikan Bali sebagai tempat berlatih yang ideal.

 

Image by Agusleo Halim

 

Jika hanya ada tiga perangkat yang boleh dibawa dalam sebuah perjalanan, apa saja yang Agus akan bawa?

 

Saya biasa menggunakan perangkat seperti DJI Mavic, Sony a7S II, dan GoPro untuk merekam setiap detik perjalanan saya. Baru-baru ini, saya mendapatkan kesempatan untuk mencoba merekam menggunakan GoPro Hero 6 terbaru.

 

Saya sangat menyukai ketajaman gambar yang dihasilkan oleh si kecil ini. Seperti yang bisa Anda lihat, terdapat banyak detail dalam foto di atas.

 

Hal paling menarik dari kualitas videonya adalah kini, Anda dapat merekam resolusi 4K dalam 60fps. Apabila Anda suka merekam dengan gaya run and gun seperti saya, maka adanya resolusi 4K ini sangat penting untuk membantu Anda memotong gambar saat proses post production. Pengaturan video favorit saya pribadi adalah 2,7k 120fps.

 

Dari faktor-faktor tersebut, Hero 6 jelas merupakan upgrade sempurna dari Hero 4 Black yang saya miliki sebelumnya. Jika Anda sedang mencari kamera aksi dengan kualitas terbaik, maka inilah produk yang Anda butuhkan.

 

 

Apa saja harapan dan kejutan untuk tahun 2018 dari roepi dan kanal YouTube Agus?

 

Saya hanya menggunakan Youtube untuk mengisi waktu luang. Mengedit video, bagi saya, terasa sama seperti mengelola aliran kerja dalam suatu bisnis. Setiap proses (rekaman) wajib berpadu secara harmonis dengan proses lainnya. Proses-proses tersebut wajib memiliki sebuah tujuan, yakni untuk membuat perusahaan (atau dalam konteks ini, penyampaian cerita) berkembang.

 

Untuk roepi, semuanya masih dirahasiakan, namun saya rasa 2018 akan menjadi tahun yang cukup besar bagi kami.

 

 

Apakah Agus memiliki kutipan andalan kala berkarya?

 

"99% of our effort is wasted, but all you need is that 1%."

 

Leave A Comment

    Kemudahan Berbelanja

    Freeshipping

    Gratis ongkos kirim untuk nilai transaksi lebih dari Rp 500.000,00 - Berlaku untuk daerah Jabodetabek

    Cicilan 0%

    Kemudahan melakukan transaksi dengan cicilan 0% dari berbagai macam bank dan perusahan finansial lainnya

    100K Voucher

    Dapatkan potongan sejumlah Rp 100.000,00 untuk transaksi pertama, dengan daftar menjadi member kami.