Clearance Sale , up to 50% off SHOP NOW
THE JOURNAL

Apa Rasanya Mendaki Tebing "El Sendero Luminoso" Tanpa Pengaman?

Apa Rasanya Mendaki Tebing "El Sendero Luminoso" Tanpa Pengaman?
  • SHARE
THE JOURNAL

Apa Rasanya Mendaki Tebing "El Sendero Luminoso" Tanpa Pengaman?

  • SHARE

Words & Photo by : | May 24, 2017

Pemanjat tangguh Alex Honnold menaiki tebing El Sendero Luminoso di Meksiko hanya dalam tiga jam. Dan lagi-lagi tanpa pengaman. Inilah pendakian penting.

Pemanjat tangguh Alex Honnold menaiki tebing El Sendero Luminoso di Meksiko hanya dalam tiga jam. Dan lagi-lagi tanpa pengaman.

Memang, Alex telah dikenal dunia karena gayanya yang mendaki tanpa pengaman. Alex takut? Tidak sama sekali. Ia memanjatnya sendirian kurang lebih dalam tiga jam dan tidak diragukan lagi sebagai suatu pendakian yang penting.

Alex telah mendaki tebing-tebing besar seperti The Phoenix dan Yosemite Spring. Namun El Sendero Luminoso adalah yang paling sulit. Pasalnya, tebing bukan terbuat dari granit, melainkan batu gamping atau limestone. "Ini gaya yang benar-benar beda," ujar Alex seperti dilansir dari wawancaranya dengan situs planetmountain.com.

Mendaki El Sendero Luminoso. Image by blumenthalartsblog.com

Mendaki El Sendero Luminoso. Image by blumenthalartsblog.com

Planetmountain.com bertanya lebih lanjut soal pendakiannya. "Sandero bisa dibilang rute ikonik—inilah TITIK yang perlu didaki di Potrero. Saya sudah mengetahui Sandero sejak lama," kata Alex. Ia menambahkan bahwa ia berkeinginan mendaki hingga puncak ketika ia melakukan pendakian pertamanya lima atau enam tahun lalu [pada 2008 atau 2009]. Namun kondisi saat itu kurang memungkinkan dan ia merasa kurang nyaman dalam menyelesaikan pendakiannya.

Rutenya setinggi 500 meter dengan technical crux berbeda. Baginya, crux secara psikologis berada di tingkat Pitch 2 karena ia merasa tebingnya turun rendah, sedangkan ia belum merasa siap atau 'panas' untuk mendaki sampai puncak.

Pendakian seperti ini, sih, sudah tak aneh buat Alex Honnold. Image by gearjunkie.com

Pendakian seperti ini, sih, sudah tak aneh buat Alex Honnold. Image by gearjunkie.com

Alex pun membutuhkan satu jam untuk tiba di tengah-tengah tebing. Ia menghabiskan dua jam lainnya untuk mencapai puncak, hingga ia benar-benar sampai di titik tertinggi.

Jika dibandingkan dengan pendakian-pendakian solo sebelumnya, bagaimana kesan Alex tentang yang satu ini?

"Ini sesuatu yang menarik dan baru buat saya," ujar Alex. "Ini gaya yang benar-benar beda dan sulit secara teknis, dan sangat tinggi." Sekalipun Alex telah melakukan pendakian tebing dari batu gamping, ia sangat menyenangi pendakian seperti ini walau ia jarang melakukannya. Alasannya, tak banyak tebing gamping yang 'bagus' di Amerika, negeri asalnya.

Tetap saja pencapaian Anda patut diacungi jempol, Alex!

*) Featured image by blumenthalartsblog.com

  • SHARE ON
Leave A Comment

    Kemudahan Berbelanja

    Freeshipping

    Gratis ongkos kirim untuk nilai transaksi lebih dari Rp 500.000,00 - Berlaku untuk daerah Jabodetabek

    Cicilan 0%

    Kemudahan melakukan transaksi dengan cicilan 0% dari berbagai macam bank dan perusahan finansial lainnya

    100K Voucher

    Dapatkan potongan sejumlah Rp 100.000,00 untuk transaksi pertama, dengan daftar menjadi member kami.