Clearance Sale , up to 50% off SHOP NOW
THE JOURNAL

3 Tips Sederhana Memaksimalkan Penggunaan Drone untuk Potret Alam

3 Tips Sederhana Memaksimalkan Penggunaan Drone untuk Potret Alam
  • SHARE
THE JOURNAL

3 Tips Sederhana Memaksimalkan Penggunaan Drone untuk Potret Alam

  • SHARE

Words & Photo by : | May 8, 2017

Tiga tips singkat ini merupakan trik-trik kunci yang tak seharusnya pernah dilupakan sewaktu mengabadikan pemandangan alam lewat drone.

Baiklah, anggaplah Wearinasians telah mengetahui apa sajakah kelebihan drone untuk fotografi di alam terbuka. Namun direktur seni independen dan pencinta fotografi asal Rusia bernama Vadim Sherbakov berhasil menggunakan drone sebagai peralatan fotografinya. Karyanya? Benar-benar keren. Ia membagikan 'rahasia-rahasia kecilnya' untuk menghadirkan perspektif alam yang lebih istimewa.

PERHATIKAN MODE OTOMATIS DAN MANUAL PADA DRONE

Dilansir dari situs fotografi iso.500px.com, fotografer Rusia itu hampir selalu menggunakan mode Manual (M) dibanding Auto (P) di drone miliknya. Alasannya? Ia meyakini kalau mode manual memungkinkannya untuk memilih ISO paling rendah maupun kecepatan shutter yang diinginkan.

Bagi pengguna drone DJI, sayangnya tidak ada penanda apakah foto yang diambil overexposed atau underexposed layaknya kamera konvensional lainnya. Vadim Sherbakov menyarankan tips yang tak kalah jitunya: gunakan mode Auto dan cermati bagaimana hasil fotografi di mode Auto pada awalnya. Kemudian, beralihlah ke mode Manual dan bandingkan kedua hasilnya.

Pemandangan alam semakin indah jika diabadikan oleh drone. Image by blamethemonkey.com

Untuk memperoleh exposure yang diinginkan, bandingkan hasil fotografi pada kedua mode. Image by blamethemonkey.com

ISO YANG RENDAH MENJADI PENGARUH BESAR

Ia juga merekomendasikan para fotografer untuk menyetel ISO di angka serendah mungkin. Ini memungkinkan foto Wearinasians nantinya minimal dari noise, yang membuat foto terlihat sederhana dan natural. (Untuk DJI Phantom 3 sendiri, ISO terendahnya 100.)

Mengingat drone rentan terhadap goyangan, ia menyarankan penting untuk tetap menggunakan akal sehat. Ketika di malam hari, terutama, tak salah untuk menaikkan ISO untuk tetap dalam exposure jarak kisaran tiga detik. Intinya, drone pun dapat goyah, sekalipun angin tak bertiup terlalu kencang.

Foto di kiri dijepret pada ISO 100, sedangkan di kanan pada ISO 35. Coba bandingkan. Image by paulreiffer.com

Foto di kiri dijepret pada ISO 100, sedangkan di kanan pada ISO 35. Coba bandingkan. Image by paulreiffer.com

TETAPLAH KREATIF

Meminjam perkataan Vadim, drone adalah perangkat unik yang membawa fotografi ke tahapan selanjutnya. Jadi, jangan berpikir tradisional lagi. Bereksperimenlah dan bukalah diri terhadap kemungkinan-kemungkinan baru.

*) Featured image by blamethemonkey.com

  • SHARE ON
Leave A Comment

    Kemudahan Berbelanja

    Freeshipping

    Gratis ongkos kirim untuk nilai transaksi lebih dari Rp 500.000,00 - Berlaku untuk daerah Jabodetabek

    Cicilan 0%

    Kemudahan melakukan transaksi dengan cicilan 0% dari berbagai macam bank dan perusahan finansial lainnya

    100K Voucher

    Dapatkan potongan sejumlah Rp 100.000,00 untuk transaksi pertama, dengan daftar menjadi member kami.